<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107687">
 <titleInfo>
  <title>DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) PADA LAJU PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Intan Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA - Informatika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Garis pantai adalah garis pembatas yang memisah antar laut dan daratan yang sering &#13;
sekali mengalami perubahan secara dinamis dan juga saling berinteraksi, perubahan &#13;
yang sementara seperti pada saat pasang surut dan perubahan yang disebabkan oleh &#13;
keausan serta akumulasi jangka panjang mengakibatkan lingkungan unik yang &#13;
mudah untuk berubah. Banda Aceh adalah ibukota Provinsi Aceh yang memiliki &#13;
daerah pesisir dengan panjang garis pantai mencapai 1.660 km dengan luas wilayah&#13;
perairan laut seluas 295.370 km2&#13;
. Wilayah pesisir pantai Banda Aceh dan sekitarnya &#13;
merasakan dampak yang sangat besar akibat dari terjadinya peristiwa gempa dan &#13;
tsunami pada tahun 2004 silam, peristiwa tsunami ini memberikan dampak dalam &#13;
satuan morfologi terutama pada garis pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk &#13;
menghitung dan juga menganalisis jarak dan laju perubahan garis pantai Kota Banda &#13;
Aceh menggunakan metode NSM dan EPR pada aplikasi Digital Shoreline Analysis &#13;
System. Garis pantai kota Banda Aceh pada rentang tahun 2003-2021 mengalami &#13;
perubahan baik itu abrasi dan juga akresi. Abrasi tertinggi terjadi pada Kecamatan &#13;
Syiah Kuala dengan laju abrasi rata-rata yaitu sebesar -3.70 meter/tahun dan jarak &#13;
sebesar -69.59 meter, Sedangkan kecamatan yang mengalami tingkat abrasi terendah &#13;
adalah Kecamatan Meuraxa dengan laju abrasi rata-rata yaitu sebesar -1.17 &#13;
meter/tahun dan jarak sebesar -21.95 meter. Akresi tertinggi terjadi pada Kecamatan &#13;
Kuta Raja dengan laju akresi rata-rata yaitu sebesar 1.58 meter/tahun. Perubahan &#13;
terbesar pada garis pantai kota Banda Aceh selama tahun 2003 hingga tahun 2021 &#13;
ialah yang terjadi pada rentang tahun 2003-2005 yaitu pada Kecamatan Syiah Kuala. &#13;
Pada rentang tahun ini terjadi abrasi yang sangat tinggi dengan laju rata-rata &#13;
mencapai -988.09 meter/tahun dan jarak abrasi tertinggi mencapai -2698.54 meter &#13;
yang dikarenakan oleh bencana alam yang terjadi pada tahun 2004 yaitu tsunami.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107687</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 12:20:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 10:55:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>