<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107682">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN PENGAJIAN AKHWAT HALAQAH ILMU AGAMA (AKHIA) DI ACEH RN(STUDI KASUS KOMUNITAS PENGAJIAN AKHWAT HALAQAH ILMU AGAMA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fithria Fonna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Akhwat Halaqah Ilmu Agama (AKHIA) merupakan salah satu komunitas pengajian yang terus aktif di kalangan anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti modal sosial yang dimiliki Akhwat Halaqah Ilmu Agama (AKHIA) sehingga dapat berkembang di beberapa titik kabupaten/kota yang ada di Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Modal Sosial Robert D. Putnam dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 11 orang yang ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Akhwat Halaqah Ilmu Agama (AKHIA) memiliki modal sosial sehingga mampu mengembangkan pengajiannya hampir di seluruh Aceh. Modal sosial tersebut antara lain yaitu : 1) Jaringan sosial (Social Networks), yang mana founder mampu membangun jaringan antar alumni MUDI maupun Non-MUDI sehingga founder dapat membangun ikatan yang kuat antar sesama alumni dayah. Selain jaringan ikatan alumni dayah, mereka juga membangun jaringan melalui media sosial. mereka aktif menyebarkan dakwah melalui sosial media, yaitu melalui WhatsApp, Instagram, Telegram, dan Youtube. 2) Kepercayaan (Trust), yang mana kepercayaan tersebut terbentuk karena adanya sanad keilmuan yang jelas dengan para ulama di Aceh. 3) Norma (Norms), norma yang terbentuk terpisah diantara pengajian online dan offline. Di pengajian online sifatnya lebih tegas, sedangkan di majelis offline lebih santai, tergantung masing-masing AKHIA. &#13;
Kata Kunci : AKHIA, Alumni Dayah, Media Sosial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107682</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 11:58:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 10:47:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>