<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107680">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SOSIAL ANAK KORBAN PERCERAIAN DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN  KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADELLA UTAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perceraian saat ini menjadi sebuah fenomena tersendiri dalam masyarakat. Perceraian di Aceh dapat dikatakan sebagai sebuah gejala yang sangat umum terjadi. Peningkatan angka perceraian di Aceh yang dari tahun ke tahun terus meningkat menunjukan bahwa terdapat sebuah masalah yang selama ini kurang di perhatikan dalam kehidupan berumah tangga yang kemudian menjadikan perceraian sebagai. Perceraian di Kabupaten Aceh Barat terus mengalami peningkatan setiap tahun nya yang mana hal tersebut membuat kabupaten Aceh Barat terdapat banyak anak-anak yang menjadi korban perceraian. Anak-anak yang menjadi korban perceraian memiliki berbagai permasalahan yang di hadapi dalam proses berinteraksi. Penerimaan masyarakat kepada anak korban perceraian menjadi sebuah faktor yang paling penting dalam mendukung interaksi yang terjadi pada anak korban perceraian. Pada penelitian ini proses interaksi yang dilihat adalah proses interaksi pada anak korban perceraian dengan masyarakat yang ada di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses interaksi sosial pada anak korban perceraian di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai maka peneliti menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead menyatakan berhasilnya interaksi yang terjadi pada anak korban perceraian dilatar belakangi oleh bagaimana penerimaan dari masyarakat. Data penelitian diperoleh data primer melalui hasil wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi, sedangkan data sekunder adalah data tertulis yang berasal dari pihak yang dapat memberikan informasi mengenai interaksi sosial anak korban perceraian. Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi sosial yang terjadi pada anak korban perceraian berjalan dengan baik apabila penerimaan dari masyarakat yang di dapatkan juga baik. Penerimaan masyarakat menjadi faktor penting berjalan nya interaksi pada anak korban perceraian karena dari hal tersebut akan mempengaruhi diri dan pikiran anak korban perceraian. &#13;
Kata Kunci : Broken Home, Interaksi, Masyarakat, Perceraian.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107680</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 11:54:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 10:43:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>