<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107660">
 <titleInfo>
  <title>KONSOLIDASI MASYARAKAT DAN BADAN KEMAKMURAN MASJIDRN(STUDI KASUS PENYERANGAN DAN PEMBUBARAN TERHADAP PENGAJIAN DI MASJID AL-MAKMUR, GAMPONG BANDAR BARU LAMPRIET, RNKOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Raysoel Akram</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik yang terjadi di Masjid Al-Makmur (Masjid Oman) yang diawali dengan adanya penceramah yaitu ustaz Farhan Abu Furaihan yang menyampaikan materinya tentang tafsir Ibnu Katsir. Namun jamaah mencoba menghentikan pengajian karena pengajian tersebut diangap tidak sesuai dengan syariah. Namun saat ini konflik antara tokoh agama dengan masyarakat tersebut telah lama meredam dari pembicaraan masyarakat Kota Banda Aceh. Tanpa diketahui secara mendetail dan lebih lanjut terkait bagaimana rekonsiliasi dari konflik yang telah terjadi di Masjid Al-Makmur tersebut. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat proses rekonsiliasi konflik tokoh agama dan masyarakat yang terjadi di Lingkungan Masjid Al-Makmur, Gampong Bandar Baru Lamprit, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Dalam menganalisis fenomena tersebut penelitian ini menggunakan teori Forgiveness Model oleh William J. Long &amp; Peter Brecke dengan metode Kualitatif pendekatan studi kasus. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses konsolidasi konflik di Masjid Al-Makmur (Oman) melibatkan beberapa lembaga/institusi yaitu Dinas Syariat Islam Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, MPU Aceh dan aparat kepolisian. Dalam tahap awal proses konsolidasi, BKM Masjid Al-Makmur terlebih dahulu melakukan fase pengungkapan kebenaran atau klarifikasi dengan media, namun sangat disayangkan saat dilakukannya mediasi, masyarakat tidak diikutsertakan dalam memberikan kesaksian. Selanjutnya masyarakat telah memberikan label wahabi kepada ustadz Farhan Abu Furaihan, sehingga meskipun materi yang disampaikan oleh ustadz Farhan Abu Furaihan tidak bertentangan dengan A-Qur’an atau hadist masyarakat enggan menerima ustadz tersebut, sehingga dari persoalaan ini disimpulkan adanya kegagalan pada fase redefinisi. Jika dilihat dari syarat akhir keberhasilan penyelesaian konflik berdasarkan Teori Pemaafan oleh Long &amp; Brecke yakni adanya pengakuan, pemintaan maaf, basis moral bersama, komitmen, reparasi, dan kerjasama antar lembaga. Hal tersebut tidak ditemukan dari hasil penelitian ini. Namun meskipun tidak berhasil, masyarakat Gampong Lampriet masih banyak yang berdatangan untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Makmur (Oman). &#13;
&#13;
Kata Kunci: Konflik, Agama, Konsolidasi &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107660</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 10:43:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 16:10:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>