<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107633">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU MEROKOK DIKALANGAN REMAJA USIA SEKOLAH MENENGAH ATAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raissa Ardilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Remaja mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga lebih rentan terhadap perilaku merokok. Kebiasaan merokok sering ditemukan pada remaja usia sekolah menengah atas (SMA). seperti halnya merokok, remaja juga banyak menggunakan berbagai aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter, Line, Whatsapp, Instagram, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku merokok dikalangan remaja usia Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain korelatif menggunakan pendekatan cross sectional sudy. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel terpilih sebanyak 186 responden dari 340 populasi disebuah SMA. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner Social Media Addiction Scale-Student Form (SMAS-SF) dan Glover-Nilsson Smoking Behavior Questionnaire (GN-SBQ) yang disebarkan ke responden di ruang kelas (sekolah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penggunaan media sosial remaja berada dalam kategori kecanduan tingkat menengah (57,0% responden), perilaku merokok remaja dalam kategori ketergantungan sedang (52,7% dari 93 responden yang merokok). Tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku merokok dikalangan remaja usia sekolah menengah (p=0,287). Di sarankan untuk pihak sekolah agar lebih meningkatkan kegiatan menjelaskan dan memberikan edukasi terkait bahaya merokok kepada siswa dan juga memberikan penjelasan terkait bahaya kecanduan media sosial bagi siswa untuk mencegah perilaku merokok dan menghindari kecanduan penggunaan media sosial, guna meningkatkan derajat kesehatan remaja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107633</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 03:10:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 14:45:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>