<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107620">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PEMAKAIAN MASKER DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ajir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemakaian masker sejak munculnya COVID-19 tentu menimbulkan beberapa efek samping termasuk maskne. Acne dan scar pasca acne dapat memengaruhi fungsi sosial dan psikologis dan menyebabkan penurunan kualitas hidup seseorang. Salah satu kelompok yang berisiko adalah mahasiswa pendidikan dokter yang termasuk usia dewasa muda dan rutin memakai masker. Rentang usia tersebut juga memiliki acne yang dipengaruhi oleh faktor premenstrual, diet dan stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi penggantian masker, durasi pemakaian masker, dan jenis masker serta faktor premenstrual, diet dan stress dengan acne vulgaris pada mahasiswa Pendidikan Dokter FK USK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Dokter FK USK. Pengambilan sampel dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Data dari responden dikumpulkan dengan wawancara kuesioner. Jumlah responden sebanyak 85. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penggantian masker per hari yang terbanyak adalah 1 kali (67,1%). Durasi pemakaian masker terbanyak adalah 4-8 jam (60%). Jenis masker terbanyak yaitu masker medis (48,2%). Hasil uji Chi-Square pada durasi, frekuensi penggantian masker dan jenis masker diperoleh masing-masing p-value sebesar &gt; 0.05. Didapatkan p &lt; 0.05 untuk faktor selain pemakain masker, dengan masing-masing, p = 0.000 (premenstrual), p = 0.038 (diet), dan p =0.000 (stress). Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi penggantian masker, durasi, dan jenis masker dengan kejadian acne vulgaris dan terdapat 3 variabel yang berhubungan yaitu premenstrual, diet, dan stress terhadap acne vulgaris pada mahasiswa Pendidikan Dokter  FK USK&#13;
Kata Kunci: Acne Vulgaris, Masker, Maskne, COVID-19, Premenstrual.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107620</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-29 22:31:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 11:18:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>