<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107567">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STRATEGI PROMOSI KESEHATAN PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 OLEH DINAS KESEHATAN PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IKHSAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aksi penolakan vaksinasi pada dasarnya bukan semata-mata salah masyarakat. Absennya peran pihak berkepentingan dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi serta pencegahan informasi hoaks menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan program vaksinasi di Provinsi Aceh. Ketidakcukupan informasi dalam proses edukasi masyarakat terkait vaksinasi menyebabkan masih banyak masyarakat menolak keberadaan vaksinasi Covid-19. Persepsi yang salah di masyarakat muncul karena kurangnya komunikasi yang baik dari pihak-pihak berwajib seperti tenaga kesehatan untuk menyakinkan masyarakat tentang  keefektifan vaksin Covid-19. Penelitian ini betujuan mengevaluasi strategi promosi kesehatan Dinas Kesehatan Aceh dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Aceh melalui teori perilaku Lawrence Green (1984). Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode wawancara dengan informan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor pembentuk perilaku positif terhadap vaksinasi Covid-19, antara lain: faktor predisposisi yang terlaksana dalam kegiatan pemberian informasi, pembentukan sikap dan nilai-nilai kepercayaan atau keyakinan; faktor pemungkin yang terlihat dari ketersediaan fasilitas, obat-obatan dan petugas kesehatan. Faktor terakhir adalah faktor penguat yang terwujud dalam pembentukan sikap tokoh masyarakat dan kebijakan-kebijakan yang mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Studi ini merekomendasikan perlunya perhatian untuk meningkatkan faktor-faktor perubahan perubahan perilaku dalam strategi promosi kesehatan guna mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19. &#13;
Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Vaksinasi, Teori Perilaku, Analisis SWOT</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107567</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-29 12:09:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 09:31:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>