<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107563">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI KOMPOSISI TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT PARTIKEL SABUT KELAPA DALAM MATRIK RESIN EPOKSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROHMA ANDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MIPA-Fisika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Papan komposit adalah gabungan dari dua bahan yang terdiri dari penguat (berupa&#13;
partikel atau serat) dan matrik. Papan komposit dapat dibuat dari bahan limbah&#13;
pertanian yang mengandung selulosa seperti sabut kelapa. Penelitian ini&#13;
menggunakan sabut kelapa sebagai penguat dan resin epoksi (RE) sebagai matrik.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi&#13;
terhadap sifat fisis dan mekanis papan komposit. Pada penelitian ini, untuk&#13;
mendapatkan sifat fisis dan mekanis terbaik papan komposit dengan memvariasikan&#13;
komposisi partikel sabut kelapa dengan resin epoksi (50:50, 60:40, 70:30, dan 80:20&#13;
%wt) dengan ukuran partikel sabut kelapa 60 mesh. Sifat fisis (kerapatan, daya serap&#13;
air, pengembangan tebal) diuji menggunakan standar pengujian ASTM D571-88 dan&#13;
sifat mekanis (MOE dan MOR) diuji menggunakan standar pengujian ASTM D790-&#13;
03. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan menurun dengan bertambahnya&#13;
komposisi partikel sabut kelapa. Sedangkan daya serap air dan pengembangan tebal&#13;
meningkat seiring dengan bertambahnya komposisi partikel sabut kelapa. Nilai&#13;
terbaik yang diperoleh untuk kerapatan, daya serap air, dan pengembangan tebal&#13;
yaitu pada komposisi partikel sabut kelapa dengan resin epoksi (50:50 %wt) masingmasing adalah 0,720 g/cm3&#13;
, 63,133%, dan 26,4%. Sifat mekanis menunjukkan bahwa&#13;
MOE tertinggi diperoleh pada komposisi partikel sabut kelapa dengan resin epoksi&#13;
(80:20 %wt) sebesar 620,34 kgf/mm2&#13;
. Nilai MOR tertinggi diperoleh pada komposisi&#13;
partikel sabut kelapa dengan resin epoksi (60:40 %wt) sebesar 6,09 kgf/mm2&#13;
.&#13;
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kerapatan telah memenuhi standar yang&#13;
ditetapkan oleh ANSI sedangkan sifat fisis yaitu pengembangan tebal belum&#13;
memenuhi. Papan komposit yang dihasilkan untuk sifat mekanis memenuhi&#13;
persyaratan ANSI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107563</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-29 11:46:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 09:27:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>