HUBUNGAN PERLAKUAN BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI REMAJA AKHIR DI FAKULTAS KEPERAWATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PERLAKUAN BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI REMAJA AKHIR DI FAKULTAS KEPERAWATAN


Pengarang

Qudrathun Nada Mailiza - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aiyub - 197405312006041005 - Dosen Pembimbing I
Rudi Alfiandi - 198602042011061101 - Dosen Pembimbing II
Marthoenis - 198307292016091101 - Penguji
Farah Dineva.R - 198910162020122002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1912101010092

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan (S1)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Body shaming sudah menjadi fenomena yang umum terjadi. Kasus body shaming meningkat secara signifikan di Indonesia. Perlakuan body shaming mengakibatkan ketidakpuasan fisik yang dapat menyebabkan penurunan harga diri. Remaja akhir rentan mengalami perlakuan body shaming namun investigasi ini jarang dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perlakuan body shaming dengan harga diri remaja akhir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan kriteria inklusi yaitu remaja akhir (17-19 tahun) berjumlah 248 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner body shaming dan The Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami body shaming pada kategori sedang dan memiliki harga diri rendah yaitu 43,4%. Hasil uji chi square secara statistik signifikan (x²= 62,659, p= 0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan perlakuan body shaming dengan harga diri remaja akhir di Fakultas Keperawatan. Direkomendasikan kepada setiap individu agar lebih mensyukuri penampilan fisik yang dimiliki, memandang diri secara positif, bergabung dengan komunitas yang suportif, dan mengikuti pemberdayaan.

Body shaming has become a common phenomenon. In Indonesia, cases of body shaming have increased significantly. Body shaming affects physical dissatisfaction and results in decreased self-esteem. Investigations regarding body shaming are rarely carried out in Indonesia, even though late teenagers are very susceptible to experiencing it. This study aimed to identify the relationship between body shaming and late teenagers' self-esteem. This study employed associative quantitative research with a cross-sectional design. The population in this study were students of the Faculty of Nursing at Universitas Syiah Kuala. Samples of this study were selected by convenience sampling technique with inclusion criteria, namely late teenagers (17-19 years old) totaling 248 people. Data were collected through a body shaming questionnaire and The Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The findings showed that most of the respondents experienced body shaming in the moderate category and had low self-esteem of 43.4%. The chi-square test result was statistically significant (x²= 62.659, p= 0.000). In conclusion, there was a relationship between body shaming treatment and late teenagers' self-esteem among nursing students at the Faculty of Nursing. It is recommended that everyone be more grateful for their physical appearance, see themselves positively, join a supportive community, and participate in activities related to self-empowerment.

Citation



    SERVICES DESK