<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107534">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK LAHAN DAN PRODUKSI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZUHDI AMELCA ARIEF</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu wilayah penghasil Kopi Arabika di Provinsi Aceh adalah Kabupaten Bener Meriah. Pengembangan lahan perkebunan kopi telah dilakukan sejak tahun 1908 dan terus tumbuh sumbur hingga saat ini. Kopi Arabika di wilayah ini ditanami mulai dari ketinggian 800 meter diatas permukaan laut (m dpl) ke atas dan tercatat dengan luas kurang lebih 47.000 hektar (BPS, 2022). Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, jumlah rata-rata produktivitas kopi arabika berkisar antara 600-800 kg/ha/tahun. Kopi Arabika yang diproduksi oleh para petani kopi di Kabupaten Bener Meriah merupakan komoditas ekspor yang telah diakui kualitasnya secara nasional maupun internasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei lapangan untuk mendapatkan informasi tentang kelas kesesuaian lahan Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah. Data produksi Kopi Arabika diperoleh dengan melakukan taksasi produksi, dengan menghitung jumlah biji gelondong merah pada tanaman kopi, serta dilakukan pengamatan mutu kualitas fisik. Sedangkan untuk mendapatkan data hubungan antara produksi dan kelas kesesuaian lahan dilakukan analisis menggunakan software SPSS 26. Hasil dari analisis kelas kesesuaian lahan tanaman Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah adalah banyak lahan kopi yang di tanami pada kelas S3 (sesuai marginal) dengan kendala kurangnya unsur hara dalam tanah dan kelerengan yang terlalu curam. Jika dilakukan usaha perbaikan maka kelas kesesuaian lahannya menjadi S1 (sangat sesuai). untuk hasil analisis produksi Kopi Arabika berdasarkan hasil taksasi produksi berkisar 800-950 kg/ha biji bersih. Setelah dua data sebelumnya diperoleh kemudian dilakukan analisis regresi linier berganda antara variabel kelas kesesuaian lahan dan produksi kopi, maka diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,926 maka variabel kelas kesesuaian lahan dan produksi kopi berpengaruh secara simultan memiliki hubungan yang sangat kuat, dengan nilai koefisien determinasi atau R Square adalah 0,857. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata dari kelas kesesuaian lahan tanaman Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah adalah S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas kurangnya unsur hara dan kelerengan. Dengan tingkat produksi berkisar 800-900 kg/ha biji bersih. Dengan tingkat korelasi sangat kuat dengan nilai 0,857. Perlu dilakukannya pemberian pupuk organik cair ataupun pupuk organik lainnya untuk meningkatkan produksi Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107534</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 20:27:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-29 11:13:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>