<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107528">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTIBIOFILM SUSU KAMBING TERHADAP BIOFILM STREPTOCOCCUS MUTANS DAN CANDIDA ALBICANS PADA PERMUKAAN GIGI TIKUS RATTUS NORVEGICUS SECARA KLINIS DAN MIKROSKOPIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evlin Vernanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Streptococcus mutans dan Candida albicans merupakan mikroorganisme&#13;
oportunistik yang membentuk biofilm di dalam rongga mulut. Streptococcus&#13;
mutans merupakan etiologi utama terjadinya karies gigi. Keberadaan Candida&#13;
albicans dalam biofilm gigi menyebabkan karies yang lebih agresif dibandingkan&#13;
biofilm yang hanya dibentuk oleh Streptococcus. mutans. Salah satu upaya&#13;
mengontrol biofilm secara alami dengan memanfaatkan agen antibiofilm seperti&#13;
susu. Tujuan: untuk mengetahui aktivitas antibiofilm susu kambing terhadap&#13;
biofilm Streptococcus mutans dan Candida albicans pada permukaan gigi tikus&#13;
Rattus norvegicus secara klinis dan mikroskopis. Metode: Tikus dibagi menjadi 3&#13;
kelompok yaitu kontrol negatif (akuades), perlakuan (susu kambing), dan kontrol&#13;
positif (amoxicillin). Rongga mulut tikus diinokulasikan suspensi Streptococcus&#13;
mutans dan Candida albicans selama tiga hari, dilanjutkan pemberian pakan&#13;
kariogenik. Pada kelompok perlakuan diberi susu kambing setiap hari. Pada kontrol&#13;
positif pemberian amoxicillin selama 4 hari. Pada hari ke-25 gigi tikus diambil&#13;
untuk diperiksa secara klinis dan mikroskopis. Hasil: Gambaran klinis metode&#13;
Keyes menunjukkan karies pada kelompok perlakuan mencapai email sedangkan&#13;
kelompok kontrol negatif karies mencapai dentin. Hasil gambaran mikroskopis&#13;
dengan SEM menunjukkan biofilm densitas rendah terdapat pada kelompok&#13;
perlakuan sedangkan densitas tinggi terdapat pada kontrol negatif. Hasil analisis&#13;
nilai remineralisasi menunjukkan nilai tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan&#13;
sebesar 50,0% gigi insisivus dan 52,8% gigi molar sedangkan nilai terendah terlihat&#13;
pada kontrol negatif sebesar 31,9% gigi insisivus dan 48,7% gigi molar.&#13;
Kesimpulan: Susu kambing memiliki pengaruh terhadap penurunan biofilm&#13;
Streptococcus mutans dan Candida albicans pada permukaan gigi tikus secara&#13;
klinis dan mikroskopis. Susu kambing memiliki efek remineralisasi pada karies gigi&#13;
berdasarkan kuantitas elemen kalsium dan fosfat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Biofilm, susu kambing, Streptococcus mutans, Candida albicans</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CARIES - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.67</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107528</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 17:01:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-29 10:43:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>