<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107492">
 <titleInfo>
  <title>CANCEL CULTURE SEBAGAI BENTUK KONTROL SOSIAL DI TWITTER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MHD. YUDHA TEGUH PRATAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Fenomena cancel culture mulai menjadi popular dalam mengkritisi perilaku para pengguna media sosial saat ini. Cancel culture terjadi ketika perilaku atau tindakan seorang individu/kelompok di media sosial dianggap telah melanggar norma-norma yang telah disepakati dalam masyarakat. Terutama ketika menyinggung permasalahan mengenai gender, ras, agama, dan etnis. Gerakan cancel culture mulai popular sejak tagar #MeToo dan #BlackLivesMatter ramai di twitter yang menyuarakan mengenai keadilan terhadap korban pelecehan seksual dan HAM terhadap ras kulit hitam di Amerika Serikat. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil studi kasus pada penolakan Saiful Jamil yang kembali tampil di televisi sebagai bagian dari fenomena cancel culture yang terjadi di Indonesia. Cancel culture yang ditujukan terhadap Saiful Jamil merupakan konsekuensi yang harus ia dapatkan karena glorifikasi berlebih terhadap dirinya pasca bebas dari penjara. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan bahwa cancel culture merupakan upaya pengendalian sosial sebagai bentuk kontrol sosial di media sosial. Subjek pada penelitian ini adalah cuitan masyarakat yang berkaitan dengan penolakan terhadap Saiful Jamil. Pada penelitian ini objek penelitiannya adalah cancel culture yang terjadi terhadap Saiful Jamil. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa cancel culture yang dilakukan oleh masyarakat terhadap Saiful Jamil merupakan bentuk kontrol sosial yang dilakukan lewat edukasi, teguran, hingga sanksi sebagai konsekuensi dari penyimpangan yang dilakukannya. &#13;
&#13;
Kata kunci : cancel culture, kontrol sosial, sanksi sosial, twitter.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107492</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 12:33:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 14:24:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>