KETERBUKAAN DIRI REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA PADA PENDAMPING UPTD PPA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KETERBUKAAN DIRI REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA PADA PENDAMPING UPTD PPA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

DHIYAUL IZZAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hamdani M. Syam - 197808162008011012 - Dosen Pembimbing I
Sari Rahmani - 199203062019032024 - Dosen Pembimbing II
Rizanna Rosemary - 197505142008012021 - Penguji
Nadia Muharman - 198410082014012101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1710102010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

305.235

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Angka perceraian selama beberapa tahun terakhir khususnya di Kota Banda Aceh berada pada angka yang tidak kecil. Hal ini memiliki dampak tak hanya kepada pasangan yang bercerai, namun juga anak yang mereka miliki termasuk yang berada dalam usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran keterbukaan diri yang dilakukan remaja penyintas perceraian orang tua kepada pendamping di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (UPTD PPA) Kota Banda Aceh. Pendamping UPTD PPA merupakan sosok baru yang ada di lingkungan remaja penyintas yang membantu proses pendampingan remaja penyintas dari awal kasus sampai kasus ditutup. Oleh karena itu keterbukaan diri terkait informasi antara remaja penyintas dengan pendamping merupakan hal yang ingin diketahui pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teori Johari Window dengan 4 jendela yang dilihat dari komunikasi interpersonal remaja penyintas dengan pendamping dan konselor mereka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan juga dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah tiga dari empat remaja memiliki ruang yang cukup luas di Open Area. Pada Blind Area terdapat pada setiap remaja penyintas namun memiliki ruang yang tidak terlalu luas. Sementara itu, pada Blind Area satu dari empat remaja memiliki ruang yang cukup luas dan pada area terakhir yaitu Unknown Area tidak diketahui seberapa luasnya pada diri keempat remaja penyintas tersebut. Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa remaja penyintas cenderung lebih bisa terbuka dengan konselor mereka dibandingkan pendamping. Hal ini bisa dikatakan karena konselor memiliki ilmu psikologis dan ketrampilan komunikasi interpersonal yang dapat membuat pihak remaja penyintas terbuka meyampaikan beberapa informasi yang sekiranya tidak bisa disampaikan dengan baik dengan pihak lain. informasi yang sekiranya tidak bisa disampaikan dengan baik dengan pihak lain.

Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Keterbukaan Diri, Remaja, Perceraian

The divorce rate over the last few years, especially in the city of Banda Aceh, is not small. This has an impact not only to divorced couples, but also to their children, including those in their teenager age. This study aims to determine how self-disclosure is carried out by adolescent’s survivors of parental divorce to the companion in the Technical Implementation Unit of the Child Protection Women Empowerment Service (UPTD PPA) of Banda Aceh City. The companion in UPTD PPA is a new figure in the environment of adolescent survivors who helps the process of mentoring adolescent survivors from the beginning of the case until the case is closed. Therefore, the openness related to information between adolescent survivors with a companion is something that wants to be known in this study. This study uses the Johari Window theory with 4 Windows seen from Interpersonal Communication conducted between four adolescent survivors with their companions and counselors. This type of research is a qualitative descriptive research and determination of informants using purposive sampling technique. Data collection techniques using in-depth interviews and documentation. Data validity is using data triangulation. The results of this study are three out of four teenagers have ample space in the Open Area. The Blind Area is found in every adolescent survivor but has a space that is not too wide. Meanwhile, in the Blind Area, one in four teenagers has a large enough space and in the last area, the Unknown Area, it is not known how wide the four survivors are. The results of this study concluded that adolescent survivors tend to be more open with their counselors than companions. This can be said because counselors have psychological knowledge and interpersonal communication skills that can make the adolescent survivors openly convey some information that otherwise could not be conveyed properly with other parties. Keywords: Interpersonal Communication, Self-disclosure, Adolescent, Divorce

Citation



    SERVICES DESK