<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107469">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK ANAK DI BAWAH 5 TAHUN DENGAN CURIGA GANGGUAN PENDENGARAN YANG DILAKUKAN PEMERIKSAAN FUNGSI PENDENGARAN DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azzahra Humaira Fatin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Gangguan pendengaran adalah kelainan pada seseorang yang mengakibatkan ketidakmampuan secara parsial atau total untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. Anak yang mengalami hambatan dalam akses pendengaran akan memiliki masalah dalam keterampilan berbahasa. Tujuan penelitian ini adalah &#13;
untuk mengetahui karakteristik anak di bawah 5 tahun dengan curiga gangguan pendengaran yang dilakukan pemeriksaan fungsi pendengaran di Poliklinik THTKL RSUDZA periode Januari 2020 hingga Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pasien. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 108 rekam medis pasien anak yang diambil dengan metode total sampling. Analisis yang digunakan berupa analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak berusia 24-36 bulan (36,1%), berjenis kelamin laki-laki (61,1%), dengan alasan dibawa berobat karena belum dapat bicara (75,9%), bertempat tinggal di perkotaan (73,1%), dengan mayoritas anak datang atas kesadaran sendiri (38%). Hasil pemeriksaan fungsi pendengaran tidak normal (bilateral) (62%), memiliki faktor risiko prenatal (34,3%), faktor risiko perinatal (53,7%), dan faktor risiko postnatal (40,7%). Penelitian ini menunjukan bahwa anak dengan curiga gangguan pendengaran paling banyak terjadi pada laki laki berusia 24-36 bulan dengan memiliki faktor risiko perinatal, oleh karena itu perlu dilakukannya deteksi dini pemeriksaan fungsi pendengaran dan pemberian edukasi kepada masyarakat terkait faktor risiko sehingga upaya pencegahan gangguan pendengaran pada anak dapat optimal.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Gangguan Pendengaran, Karakteristik Penderita, Faktor Risiko</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 21:01:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 11:00:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>