<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107467">
 <titleInfo>
  <title>JENIS PENGEMASAN DAN TEMPAT PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS RNCABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ICHA TRISKA PUTERI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai merupakan komoditas hortikultura yang mudah mengalami kerusakan baik secara fisik, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pengemasan, penyimpanan dan interaksinya terhadap kualitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret 2022 sampai bulan Mei 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 6 x 2 dengan 3 ulangan sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 50 sampel buah cabai rawit, sehingga keseluruhan terdapat 1.800 buah cabai rawit. Adapun parameter yang diamati antara lain pengukuran susut bobot, pengukuran warna, uji organoleptik, pengukuran kadar air, pengukuran kadar capsaicin dan kadar vitamin C. Kualitas cabai rawit terbaik dijumpai pada jenis pengemasan styrofoam dan plastik wrap serta plastik polypropylene, namun pada uji organoleptik panelis lebih menyukai cabai rawit yang dikemas dengan daun pisang. Kualitas cabai rawit terbaik dijumpai pada jenis penyimpanan suhu rendah. Kualitas cabai rawit terbaik dijumpai pada kombinasi antara jenis pengemasan daun pisang dan penyimpanan pada pada suhu rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 19:55:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 10:10:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>