<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107464">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH PEDESAAN DAN PERKOTAAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Silva Asyifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh merupakan provinsi dengan angka kejadian stunting tertinggi ketiga di Indonesia. Salah satu kabupaten/kota yang berada di Aceh dan menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting adalah Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 210 balita stunting di pedesaan dan perkotaan. Kabupaten Pidie mewakili wilayah pedesaan dan Kota Banda Aceh mewakili wilayah perkotaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tujuh variabel independen yang diteliti, terdapat empat variabel yang berpengaruh terhadap kejadian stunting. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pedesaan dan perkotaan adalah status imunisasi dasar, jumlah pendapatan keluarga, dan riwayat keluhan penyakit. Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah pedesaan tetapi faktor tersebut tidak mempengaruhi kejadian stunting di wilayah perkotaan adalah sumber air minum. Berdasarkan analisis bivariat didapatkan perbedaan antara status imunisasi dasar (p-value =0,001), jumlah pendapatan keluarga (p-value =0,000), dan sumber air minum (p-value =0,000) pada balita stunting di wilayah pedesaan dan perkotaan namun tidak terdapat perbedaan yang antara riwayat keluhan penyakit (p-value =0,261) pada balita stunting di wilayah pedesaan dan perkotaan. Angka kejadian stunting di wilayah pedesaan lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sanitasi. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang mepengaruhi kejadian stunting yang meliputi status imunisasi dasar, jumlah pendapatan keluarga, riwayat keluhan penyakit, dan sumber air minum perlu dilakukan intervensi pencegahan dan penanggulangan sebagai upaya mengendalikan angka kejadian stunting di Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107464</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 18:43:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 10:02:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>