<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107439">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENYIMPANAN SERTA PEMBUANGAN INSULIN PEN PADA PASIEN LANSIA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARRAH SEPTYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai secara klinik dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) disertai dengan meningkatnya karbohidrat atau glukosa akibat insufisiensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan praktik penyimpanan serta pembuangan insulin pen pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) lanjut usia (lansia). Penelitian ini merupakan penelitian berjenis observasional yang bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah dikembangkan dari 6 kuesioner jurnal internasional. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 98 sampel.  Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh responden dengan karakteristik dominan laki-laki (53,1%) dengan rentang usia 60-69 tahun (79,2%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (51,0%) dan rata-rata pekerjaan pensiunan (55,2%), memiliki penyakit penyerta (90,6%), mendapatkan terapi insulin kombinasi insulin basal + insulin prandial (55,2%), telah menggunakan insulin dalam jangka waktu 1-5 tahun (51,0%), menggunakan kombinasi Obat Antidiabetik Oral (ADO) dengan insulin (16,6%). Kadar glukosa darah puasa (67,7%) dan sewaktu (67,7%) yang tidak mencapai target. Sebagian responden memeriksa kadar HbA1c (53,12%), sebanyak 27,1% responden memiliki kadar HbA1c berada dalam rentang tidak mencapai target. Informasi awal tentang cara mengelola insulin diperoleh dari dokter (30,2%), perawat (18,8%) dan apoteker (6,3%). Hasil tingkat pengetahuan dan praktik penyimpanan serta pembuangan insulin pen pada responden yaitu baik dengan menunjukkan persentase masing masing 62,5% dan 70,8%. Namun pada evaluasi pengetahuan dan praktik, masih terdapat beberapa pengetahuan dan praktik yang buruk yaitu mengenai penyimpanan insulin ketika bepergian dan membuang alat suntik (jarum) insulin pen di wadah pembuangan khusus. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan dan praktik keseluruhan yang baik.&#13;
&#13;
Kata kunci: Diabetes melitus, lansia, insulin &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107439</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 16:00:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 09:17:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>