<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107420">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN LANSIA RAWAT JALAN DI POLI ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RUDY DARMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Para lansia cenderung mengalami penyakit yang bersifat degeneratif atau disebabkan oleh faktor usia salah satunya diabetes melitus. Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin dan kerja insulin. Lansia dengan DM pada umumnya memiliki kualitas hidup yang kurang baik, lansia dengan DM yang cukup lama biasanya akan memicu terjadinya komplikasi lainnya yang akan mempegaruhi kepatuhan. Kepatuhan pengobatan pasien lansia dengan DM menjadi faktor penting agar tujuan terapi dapat tercapai serta menghindari mortalitas dan morbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan penggunaan obat DM tipe 2 pada pasien lansia rawat jalan di Poli Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS)-8. Adapun metode penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan program Statistical Program for Social Science (SPSS) meliputi tahap coding, editing, tabulating dan cleaning. Karakteristik pasien pada penelitian ini adalah sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (66%), sebagian besar pasien dengan rentang usia antara 60-69 tahun (55%), memiliki pendidikan terakhir sarjana (33%), tidak bekerja (67%), tinggal sendiri/pasangan (75%), menderita DM ≥5 tahun (94%), menggunakan insulin (61%), mempunyai penyakit penyerta (88%) dan tidak memiiki riwayat DM dari keluarga (64%). Kepatuhan penggunaan obat pada pasien lansia dengan DM tipe 2 di  Poli Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tergolong kepatuhan sedang (55%). Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan DM tipe 2 rawat jalan di Poli Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tergolong kepatuhan sedang.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lansia, Diabetes Melitus Tipe 2,  Kepatuhan, MMAS-8, SPSS.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107420</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 14:39:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 15:18:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>