<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107404">
 <titleInfo>
  <title>INDUKSI KETAHANAN SISTEMIK TANAMAN CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) VARIETAS LOKAL ACEH MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI ISOLAT INDIGENOUS TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR SERTA KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANANDA ARITAWARNISUKMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan  salah  satu  komoditas  hortikultura unggulan  yang  memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia. Produksi cabai di tingkat nasional setiap tahun terus meningkat disebabkan oleh banyak usaha di bidang industri dan konsumsi masyarakat. Produksi  cabai  ditingkat  nasional  pada  tahun  2016  sebesar 1.8 juta ton, pada tahun 2017 sebesar 2.3 juta ton (meningkat hingga 10 persen) dan pada tahun 2018 sebesar 2.5 juta ton, pada tahun 2019 sebesar 2.6 juta ton, hingga pada tahun 2020 sebesar 2.7 juta ton. &#13;
Berdasarkan potensi rizobakteri dalam menginduksikan ketahanan sistemik untuk mengendalikan serangan patogen dan memacu pertumbuhan tanaman, maka perlu diteliti peranan rizobakteri isolat indigenous yang telah di eksplorasi dari akar pertanaman cabai di Desa Ladong dalam menginduksi ketahanan sistemik pada tanaman cabai untuk memacu pertumbuhan tanaman dalam mempertahankan viabilitas dan vigor benih, meningkatkan pertumbuhan bibit cabai serta menghambat pertumbuhan patogen. &#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rizobakteri isolat indigenous dalam mempertahankan viabilitas, mempertahankan vigor benih, meningkatkan pertumbuhan bibit cabai keriting varietas odeng dan menginduksi ketahanan sistemik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Faktor yang diteliti adalah pengaruh isolat rizobakteri indigenous terhadap viabilitas dan vigor benih serta pertumbuhan tanaman cabai yang terdiri dari 14 jenis rizobakteri, yaitu : LDG 3/2 (R1), LDG 3/3 (R2), LDG 3/6 (R3), LDG 4/1 CT (R4), LDG 4/1 P (R5), LDG 4/2 (R6), LDG 4/9 (R7), LDG 5/2 (R8), LDG 5/3 (R9),  LDG 6/2 (R10), LDG 6/4 (R11), LDG 6/5 (R12), LDG 7/3 (R13), LDG 7/7 (R14). Sebagai kontrol (R0) juga dikecambahkan dan tidak diberi rizobakteri isolat indigenous. Setiap taraf percobaan diulang 3 kali, yang di uji lanjut dengan Duncan Numeric Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5% parameter yang diamati terdiri dari potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan, dan pengukuran enzim peroksidase. &#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih menggunakan rizobakteri isolat indigenous berpengaruh sangat nyata terhadap parameter viabilitas dan vigor benih cabai. Namun pada perlakuan LDG 7/7, 4/1 P dan LDG 4/1 CT  lebih baik dalam mempertahankan viabilitas dan vigor benih cabai keriting varietas odeng. Perlakuan benih dengan menggunakan rizobakteri isolat indigenous dalam menginduksi ketahanan sistemik berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pengukuran aktivitas enzim peroksidase yaitu pada pengukuran bibit cabai yang diberi perlakuan dengan menggunakan rizobakteri isolat indigenous LDG 7/7 dengan nilai 0,829 U mg-1 mampu menginduksi ketahanan sistemik tanaman dibandingkan dengan 14 perlakuan lainnya.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107404</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 13:19:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 14:46:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>