<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107393">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI PATAHAN WILAYAH SUMATRA BAGIAN UTARA BERDASARKAN RELOKASI DAN MEKANISME FOKAL GEMPA HASIL REKAMAN DENSE SEISMIC NETWORK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arifullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Patahan Sumatra merupakan sistem sesar menganan yang terbagi menjadi beberapa segmen. &#13;
Riwayat gempa bumi di Sumatra bagian utara mengindikasikan adanya patahan sekunder dan &#13;
segmentasi di utara maupun selatan Patahan Sumatra. Penelitian ini bertujuan mendeliniasi &#13;
Patahan Sumatra dan patahan sekunder di Sumatra bagian utara berdasarkan data gempa lokal. &#13;
Total 147 Dense Seismic Network telah dipasang di Sumatra bagian utara dimana 3693 gempa &#13;
lokal terekam sejak Desember 2019 – Juni 2020 yang ditentukan menggunakan HYPO71 &#13;
berdasarkan rekaman gelombang P dan S. Gempa bumi kemudian direlokasi menggunakan &#13;
metode simultan relokasi gempa dan penentuan model kecepatan (VELEST) untuk &#13;
memperbaiki kualitas data menjadi lebih baik untuk 2463 gempa dengan azimuthal GAP &#13;
≤190o dan RMS &lt; 0.5 s. Lokasi gempa kemudian diperbaiki lagi menggunakan metode &#13;
Double Difference sehingga mendapatkan pola distribusi yang tajam yang dapat memberi &#13;
gambaran liniasi patahan secara detail. Interpretasi detail liniasi dan orientasi patahan &#13;
dikombinasikan dengan data mekanisme fokal melalui metode polaritas gelombang pertama &#13;
(first polarity) dan model elevasi. Distribusi gempa menunjukkan bahwa Patahan Seulimeum &#13;
tersegmentasi di bagian utara, diberi nama Seulimeum-West dan Seulimeum-North yang &#13;
membentuk cekungan di Pulau Weh dan diidentifikasi sebagai sesar menganan (dextral strike &#13;
slip). Seulimeum-central terliniasi di sepanjang selatan Gunung Api Seulawah dengan pola &#13;
dextral strike-slip. Patahan Seulimeum juga menunjukkan adanya segmentasi di bagian selatan &#13;
yang dinamai Seulimeum-South yang memiliki pola sesar naik (thrust fault) dan pola sesar &#13;
menganan. Klaster di selatan Segmen Aceh diidentifikasi sebagai Segmen Jantho yang secara &#13;
umum memiliki pola sesar normal. Patahan Sumatra tersegmentasi di bagian selatan Segmen &#13;
Aceh dan diberi nama Segmen Tangse dengan pola sesar menganan. Distribusi Gempa juga &#13;
menunjukkan adanya sub-segmen dengan dengan pola sesar normal di bagian utara Segmen &#13;
Tangse. Distribusi gempa di sepanjang Patahan Pidie Jaya timur laut -barat daya memiliki pola &#13;
sesar mengiri (sinistral strike slip). &#13;
Kata Kunci: gempa bumi, Patahan Sumatra, dense seismic network, relokasi, double &#13;
difference, mekanisme fokal</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FAULTS (GEOLOGY)</topic>
 </subject>
 <classification>551.872</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107393</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 12:12:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-28 10:18:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>