<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107367">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN PERIPHERAL ARTERY DISEASE (PAD) PASCA REVASKULARISASI ENDOVASKULAR DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aldiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Peripheral artery disease (PAD) adalah kelainan progresif ditandai dengan adanya stenosis atau oklusi pada pembuluh darah besar ataupun kecil. Kejadian PAD lebih sering pada pembuluh darah ekstremitas bawah daripada ekstremitas atas. PAD mempengaruhi kualitas hidup seseorang dengan gejala yang ditimbulkan. Revaskularisasi endovaskular adalah tindakan minimal invasif untuk menangani permasalahan dan meningkatkan kualitas hidup. PAD mayoritas diderita oleh kelompok usia tua dan yang memiliki riwayat penyakit komorbid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien PAD pasca revaskularisasi endovaskular di RSUDZA. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan desain cross sectional menggunakan data primer berupa wawancara terkait kualitas hidup dengan memakai instumen baku SF-36 dan data sekunder berupa rekam medis pasien PAD pasca revaskularisasi endovaskular di RSUDZA dan pada periode Januari 2021-Juni 2022. Uji statistik menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan dari variabel penelitian. Terdapat 46 sampel pada penelitian ini, didapatkan mayoritas adalah kelompok usia lansia (55-64 tahun), dengan jenis kelamin laki-laki lebih dominan, lebih banyak pasien PAD yang menderita diabetes melitus dan yang memiliki riwayat hipertensi, serta kualitas hidup buruk yang lebih dominan. Faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap kualitas hidup adalah usia (p=0,001), riwayat diabetes melitus (p=0,003), dan riwayat hipertensi (p=0,002). Faktor-faktor yang tidak berhubungan berupa jenis kelamin (p=0,425), riwayat merokok (p=0,088), dan riwayat CAD tidak dapat diuji. Usia, diabetes melitus, dan hipertensi adalah faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien PAD pasca revaskularisasi endovaskular di RSUDZA.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Peripheral artery disease, revaskularisasi endovaskular, faktor penyakit komorbid, SF-36 (general health instrument), kualitas hidup.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CARDIOVASCULAR DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107367</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 10:16:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-10 11:43:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>