<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107360">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI TANAH DI AREAL YANG DITANAMI KOPI ARABIKA DI DATARAN TINGGI GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Ananda Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi Arabika merupakan komoditi yang dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Hal ini dikarenakan kedua kabupaten tersebut memiliki ketinggian yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kopi Arabika. Secara geografis, di Kabupaten Bener Meriah terdapat salah satu gunung api aktif. Aktivitas dari gunung api dapat menghasilkan abu vulkanik yang merupakan salah satu bahan induk tanah Andisol. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu tanah Andisol dapat berubah menjadi tanah Alfisol, Inceptisol, Ultisol, dan Oxisol akibat terjadinya pelapukan di daerah beriklim tropis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji karakteristik dan klasifikasi tanah pada setiap pedon di areal yang ditanami kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo (Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah).&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survai deskriptif-kuantiatif di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Prosedur penelitian ini terdiri dari delapan tahapan yaitu pengumpulan literatur, pengolahan data sekunder yaitu peta administrasi dan peta jenis tanah, pembuatan dan pengamatan profil tanah, penetapan klasifikasi tanah sementara, pengambilan sampel tanah di lapangan, analisis tanah di laboratorium (pH H2O, pH KCl, pH NaF, C-organik, kation basa dan asam tanah dapat ditukar, KTK, KTK liat, KB, EA, retensi fosfat, P total, P tersedia, N total, tekstur tanah, bobot isi, kadar air tanah), penetapan karakteristik tanah, dan penetapan klasifikasi tanah definitif menggunakan sistem Taksonomi Tanah (SSS, 2014).&#13;
Karakteristik tanah berbeda-beda pada setiap pedonnya. Warna matriks tanah beragam dari warna hitam hingga kuning kecoklatan dengan hue dari 5YR sampai 10YR. Pedon I, II, dan IV adalah memiliki kelas tekstur liat dan kadar C-organik pedon I (1,18 - 2,06%), II (0,32 - 2,56%), dan IV (0,83 - 3,24%) tergolong rendah. Pedon III dan V memiliki kelas tekstur lempung hingga lempung berpasir, nilai bulk density pedon III (0,66 g cm-3¬¬) dan V (0,72 g cm-3¬¬), kadar C-organik pedon III (5,51 - 6,59%) dan V (1,79 - 13,36%) tergolong tinggi, memiliki pH NaF &gt; 10, dan memiliki P retensi antara 85 - 97%. Pedon I (9,12 - 148,84%) memiliki KB yang tinggi, tetapi memiliki  KTK pedon I (2,0 - 20,1 cmol(+) kg-1) yang rendah. Pedon II (9,44 - 18,74%), III (28,31 - 34,01%), IV (25,89 - 34,9%), dan V (10,2 - 21,72%) memiliki KB yang rendah dan KTK pedon II (13,1 - 16,8 cmol(+) kg-1), III (19,3 - 22,7 cmol(+) kg-1), IV (2,5 - 10,9 cmol(+) kg-1), dan V (14,0 - 24,2 cmol(+) kg-1) juga rendah.&#13;
Hasil analisis mengelompokkan kelima pedon ini menjadi tiga ordo tanah, yaitu Inceptisol (pedon I dan pedon II) karena memiliki horison kambik, Andisol (pedon III dan pedon V) karena memiliki sifat tanah andik 60% atau lebih di dalam 60 cm, dan Ultisol (pedon IV) karena memiliki horison kandik. Pedon I memiliki epipedon okrik (tebal 15 cm; warna 10YR 3/4; KB 57,37%; C-organik sebesar 2,06%), horison kambik (tebal 16 cm; tekstur liat; kandungan liat lebih tinggi dibanding horison di bawahnya), ordo Inceptisol (memiliki horison kambik), subordo Udepts (Inceptisol yang lain), great group Eutrudepts (KB &gt; 50%), dan subgrup Ruptic-Alfic Eutrudepts (memiliki horison kambik). Pedon II memiliki epipedon okrik (tebal 20 - 34 cm; warna 10YR 4/6; KB 18,74%; C-organik sebesar 2,56%), horison kambik, ordo Inceptisol, subordo Udepts, great group Dystrudepts (KB &lt; 50%), dan subgrup Ruptic-Ultic Dystrudepts (memiliki horison kambik). Pedon III memiliki epipedon melanik (sifat tanah andik; warna 10YR 2/2; C-organik ≥ 4% setiap horison), horison sombrik (KTK liat 0,86 cmol(+) kg-1; KB 33,89%; value warna lebih rendah dari atasnya (10YR 2/1)), subordo Udands (Andisol yang lain), great group Melanudands (epipedon melanik), dan subgrup Typic Melanudands (Melanudands yang lain). Pedon IV memiliki epipedon umbrik (tebal 22 cm; value warna 2/2; KB 34,9%; C-organik 3,24%), horison kandik (iluviasi liat 34% dan KTK 10,9 cmol(+) kg-1), subordo Humults (C-organik 1,49%), great group Kanhaplohumults (memiliki horison kandik), subgrup Typic Kanhaplohumults (Kanhaplohumults yang lain). Pedon V memiliki epipedon umbrik (tebal 37 cm; warna 2,5/1; KB 21,72%; C-organik 13,36%), horison kandik (iluviasi liat 5%; KTK 14,0 cmol(+) kg-1; C-organik menurun), subordo Udands, great group Hapludands (Udands yang lain), dan subgrup Ultic Hapludands (memiliki horison kandik dan KB &lt; 35%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107360</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 09:34:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-27 10:12:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>