<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107335">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (ALPINIA PURPURATA K.SCHUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aisyah Amini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Escherichia coli merupakan mikroorganisme yang sering menjadi penyebab terjadinya infeksi. Secara umum, bakteri ini merupakan penyebab infeksi saluran kemih (ISK) dan sering mengalami resistan terhadap antibiotik, seperti karbapenem, fluoroquinolones, dan sefalosporin generasi ketiga. Pengobatan komplementer dapat menunjang pengobatan modern. Memanfaatkan tanaman herbal dapat dipertimbangkan sebagai antibakteri alami untuk membunuh ataupun menghambat pertumbuhan bakteri. Rimpang Lengkuas Merah dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal karena memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan minyak atsiri yang merupakan senyawa metabolit sekunder yang  bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya hambat ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian menggunakan bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) konsentrasi 10%, 25%, 50%, dan 75%. Kontrol positif dan negatif yang digunakan adalah disk gentamisin 10 μg dan etanol 96%. Uji daya hambat bakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dan pengekstrakan dilakukan dengan metode maserasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak konsentrasi 10% dan 25% tidak memiliki daya hambat terhadap Escherichia coli, sedangkan konsentrasi 50% dan 75% memiliki daya hambat kategori sedang berdasarkan kriteria Morales. Hasil analisa data menggunakan uji Kruskal Wallis didapatkan p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107335</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 16:21:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 16:26:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>