<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107304">
 <titleInfo>
  <title>MODEL PENGELOLAAN KAWASAN BERNILAI KONSERVASI TINGGI SEBAGAI PENYEDIA JASA LINGKUNGAN ALAMI PADA DAS KRUENG PEUSANGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tito Eka Syafjanuar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER PENGELOLAAN LINGKUNGAN</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>DAS Krueng Peusangan merupakan salah satu DAS di Aceh yang memiliki permasalahan akibat berkurangnya luasan kawasan hutan, terutama penambahan kawasan non hutan. Berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan maka diperlukan usaha untuk menjaga DAS Krueng Peusangan agar tetap terjaga fungsinya dalam memberikan jasa-jasa lingkungan alami. Mengidentifikasi, memetakan dan menilai suatu kawasan dengan batasan-batasan yang membuat kawasan tersebut dianggap penting untuk dilindungi di luar kawasan lindung merupakan tindakan yang dapat dilakukan untuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Konsep HCV telah menjadi unsur penting dalam pengelolaan hutan berkelanjutan dan pemantauan kawasan hutan yang bernilai tinggi. Penelitian ini berfokus pada aspek jasa lingkungan penyedia air dan pengendalian banjir (NKT 4.1) dan aspek jasa lingkungan pengendali erosi dan sendimentasi (NKT 4.2). NKT merupakan analisis yang bersifat spasial, maka penggunaan data citra satelit multi temporal dan pengolahan data menggunakan SIG memegang peranan penting dalam proses penilaian NKT. Hasil yang diperoleh, 106.892 ha (41,79%) memiliki nilai NKT, dimana 52.756 ha (20,63%) memiliki nilai NKT 4.1, 47.316 ha (18,50%) memiliki nilai NKT 4.2 dan 6.820 ha (2,67%) memiliki nilai NKT 4.1 dan NKT 4.2 dari 255.776 ha luas total kawasan DAS Krueng Peusangan. Berdasarkan arahan fungsi kawasan, 61.977 ha (57,98%) merupakan Kawasan Lindung, 13.121 ha (12,28%) merupakan Kawasan Penyangga, 23.149 ha (21,66%) merupakan Kawasan Budidaya Tanaman Tahunan, dan 8.645 ha (8,09%) merupakan Kawasan Budidaya Tanaman Semusim dan Pemukiman dari seluruh kawasan yang memiliki nilai NKT. Teridentifikasi penggunaan lahan seluas 26.096 ha (24,36%) pertanian lahan campur, permukiman seluas 9.615 ha (8,97%) dan perkebunan seluas 8.520 ha (7,95%) pada kawasan yang bernilai konservasi tinggi dan kawasan arahan fungsi kawasan lindung. Pencegahan perladangan berpindah dan pembatasan penyebaran area pemukiman merupakan sebagian cara untuk menjaga kelestarian DAS Krueng Peusangan. Ketidaksesuaian tutupan lahan terhadap kawasan arahan fungsi lindung/bernilai konservasi tinggi yang terjadi pada kawasan DAS Krueng Peusangan, khususnya perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat dapat diatasi dengan lebih banyak mengusahakan tanaman keras atau tanaman tahunan yang memiliki perakaran kuat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WATERSHEDS - LAND ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ENVIRONMENTAL PROTECTION</topic>
 </subject>
 <classification>333.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107304</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 12:46:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-28 12:03:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>