<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107293">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KERAPUHAN BANGUNAN PUBLIK AKIBAT BENCANA TSUNAMI DI PROVINSI LAMPUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAYYAN GHIFARY ARMAYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Lampung berada pada zona segmentasi Selat Sunda yang dianggap sebagai wilayah seismic gap namun memiliki potensi besar terjadinya gempa bumi bahkan memicu tsunami. Tsunami memiliki sifat destruktif menjadi acaman terhadap bangunan publik seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar bahkan bangunan pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sebaran dan tingkat potensi kerusakan bangunan di Provinsi Lampung. Bangunan diklasifikasi menggunakan standar HAZUS berdasarkan sistem struktur pemikul momen. Metode penelitian ini menggunakan data batimetri, topografi  dan sumber pembangkit tsunami yang terdiri dari 2 Fault model yaitu Enggano dan Selat Sunda yang kemudian disimulasikan dengan model numerik COMCOT. Bangunan yang berpotensi terdampak dianalisis tingkat kerapuhannya dengan menggunakan metode kurva kerapuhan tsunami (Tsunami fragilty). Probabilitas kerusakan struktur bangunan ditinjau berdasarkan sifat fisik tsunami berupa kedalaman inundasi (flow depth). Tingkat kerusakan bangunan diklasifikasikan menjadi 5 kondisi kerusakan (damage state) yaitu tidak mengalami kerusakan (DS0), rusak ringan (DS1), rusak sedang (DS2), rusak berat (DS3) dan rusak total (DS4). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tsunami yang dibangkitkan dengan skenario megathrust Selat Sunda memiliki dampak terbesar di Provinsi Lampung. Tsunami yang dihasilkan setinggi 16,2 m di permukaan darat dan menyebabkan 95 bangunan berpotensi terdampak, 2 bangunan berpotensi rusak total (DS 4), 9 bangunan berpotensi mengalami rusak berat (DS 3), 29 bangunan berpotensi rusak sedang (DS 2), rusak ringan (DS 1) berjumlah 21 bangunan dan 34 bangunan tidak mengalami kerusakan (DS 0). Berdasarkan hasil yang diperoleh, penelitian ini dapat dijadikan referensi dari tingkat kerapuhan bangunan publik akibat bencana tsunami di Provinsi Lampung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 11:32:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 12:13:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>