<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107281">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahfuja</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permintaan mentimun yang semakin meningkat, akan tetapi produksi mentimun yang masih tergolong rendah sehingga perlu dilakukan teknik budidaya yang intensif melalui teknik pemupukan dan waktu pemangkasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini berlangsung dari bulan Oktober sampai Desember 2021 menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu pemangkasan pucuk mentimun yaitu tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 14 HST, pemangkasan pucuk 21 HST. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair yaitu 0, 2, 4 dan 6 ml L-1 air. Parameter yang diamati adalah diameter batang, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, jumlah buah pertanaman, diameter buah, panjang buah, berat buah pertanaman, berat perbuah dan potensi hasil ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu pemangkasan tidak berpengaruh pada semua parameter. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh terhadap diameter batang, jumlah bunga betina, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan potensi hasil. Terdapat interaksi antara waktu pemangkasan dengan konsentrasi pupuk organik cair. Perlakuan tanpa pemangkasan dan konsentrasi pupuk organik cair 4 ml L-1 air merupakan kombinasi perlakuan terbaik pada diameter buah, panjang buah dan berat perbuah. Perlakuan pemangkasan pucuk 21 HST dan konsentrasi pupuk organik cair 4 ml L-1  air merupakan&#13;
kombinasi pelakuan terbaik terhadap jumlah bunga jantan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : sayuran, pupuk organik, pemangkasan&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107281</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 06:38:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-26 11:55:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>