<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107237">
 <titleInfo>
  <title>BIOLOGI REPRODUKSI BAREE (BRACHIOPODA :</title>
  <subTitle>LINGULA ANATINA, LAMARCK 1801) DI DI PERAIRAN KRUENG RAYA, ACEH BESAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Mahyun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Baree merupakan filum dari Brachiopoda yang umumnya hidup di dasar perairan dangkal, hidup berkelompok dan dapat berpindah tempat dengan tangkai yang berfungsi sebagai tongkat, pergerakan ini terjadi akibat adanya pasang surut air. Organisme ini hidup di pasir berlumpur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2022 yang berlokasi di perairan Krueng Raya Aceh Besar. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi baree di perairan Krueng Raya, Aceh Besar melalui pendekatan rasio kelamin, Indeks Kematangan Gonad (IKG), Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Berat Daging (IBD). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi rasio kelamin pada baree yaitu 1:1,07 dengan presentasi 47,52% baree jantan dan 52,48% baree betina. Hal ini menunjukkan bahwa rasio baree jantan dan betina berbeda yang artinya rasio ini menyimpang dari nilai ideal yaitu 1:1 (Khairiyah et al, 2019). Berdasarkan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) yang didapat menunjukkan bahwa nilai IKG betina lebih banyak daripada IKG jantan. TKG yang didapat menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad yang dominan yaitu di TKG IV. Kemudian untuk Analisa Indeks Berat Daging (IBD) dengan rata-rata presentase tertinggi bernilai 36,63% yang terdapat pada stasiun 3. Secara umum lokasi Krueng Raya menunjukkan kualitas perairan yang kurang stabil hal ini diduga karena masyarakat setempat ada yang mengekspoitasi baree di setiap minggu yang menghambat perkembangbiakan baree sehingga keberadaannya pun hampir susah ditemukan.&#13;
Kata kunci : Baree, Krueng Raya, rasio kelamin, TKG,IKG,IBD.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107237</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 16:20:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 16:32:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>