<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107236">
 <titleInfo>
  <title>UJI KETAHANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA YANG DISEBABKAN OLEH COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES PADA POPULASI M3 CABAI LOKAL ACEH HASIL IRADIASI SINAR GAMMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Amelia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Odeng merupakan salah satu jenis cabai lokal Aceh yang berasal dari daerah Bener Meriah. Keunggulan varietas lokal Odeng adalah mampu bertahan terhadap kondisi cekaman biotik yang berupa serangan hama dan penyakit tanaman bahkan dalam kondisi cekaman abiotik yang tidak menguntungkan atau tanah keracunan Besi (Fe) serta Alumunium (Al). Produktivitas cabai merah di Aceh mengalami fluktuasi dalam tiga tahun berturut-turut, yaitu dari tahun 2018-2021. Produktivitas cabai pada tahun 2018 sebesar 13,91  ton ha-1, data ini menurun sedikit pada tahun 2019 menjadi 13,09 ton ha-1. Tahun 2020 produktivitas cabai menurun kembali menjadi 12,79 ton ha-1, dan kembali menurun pada tahun 2021 menjadi 11,52 ton ha-1. Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi serangan penyakit tertentu salah satunya yaitu menggunakan teknik pemuliaan mutasi melaui proses iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan genotipe mutan terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan oleh C. gloeosporioides pada populasi M3 cabai lokal Aceh hasil iradiasi sinar gamma. Parameter pengamatan yang digunakan pada karakter kuantitatif, yaitu tinggi tanaman, tinggi dikotomus, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, bobot per buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, produktivitas sedangkan karakter kualitatif, yaitu bentuk buah, bentuk ujung buah, warna buah muda, warna buah intermediet dan warna buah matang. Parameter pengamatan untuk penyakit antraknosa itu sendiri terdiri atas : persentase kejadian penyakit, intensitas serangan penyakit dan aktifitas enzim peroksidase. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan 2, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala sejak bulan Oktober 2021 sampai Mei 2022. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah : varietas tetua (Odeng), M3 D1-10-5, M3 D2-7-39, M3 D3-9-9, M3 D3-9-34, varietas pembanding (Kastilo dan Laris). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Odeng tidak direkomendasikan menggunakan teknik pemuliaan mutasi melalui proses iradiasi sinar gamma untuk mencegah atau mengurangi serangan penyakit antraknosa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada karakter kuantitatif genotipe mutan D1-10-5 terbaik pada parameter panjang buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman dan produktivitas tanaman. Genotipe D2-7-39 terbaik pada parameter tinggi dikotomus, aktifitas enzim peroksidase daun sehat dan aktifitas enzim peroksidase daun sakit. Genotipe D3-9-34 terbaik pada parameter tebal daging buah, kejadian penyakit buah merah, intensitas serangan buah merah Genotipe D3-9-9 terbaik pada parameter tinggi tanaman, diameter buah, bobot per buah, kejadian penyakit buah hijau, intensitas serangan penyakit buah hijau dan aktifitas enzim peroksidase daun sakit. Pada karakter kualitatif karakter warna buah muda pada genotipe mutan D2-7-39, D3-9-34 dan D3-9-9 memunculkan karakter yang berbeda dari varietas tetua (Odeng) dan varietas pembanding Kastilo dan Laris, yaitu Dark Yellowish Green (3707). Karakter warna buah intermediet genotipe D1-10-5 dan D3-9-34 menghasilkan warna yang berbeda dari tetuanya, yaitu Dark Redd Purple (9210).&#13;
Kata Kunci : Odeng, mutasi, iradiasi, kejadian penyakit, intensitas serangan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107236</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 16:12:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 16:17:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>