<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107215">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KANDUNGAN ASAM LEMAK OMEGA DAN VITAMIN D DALAM MINYAK IKAN HIU BOTOL (SQUALUS SPP.) ASAL ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FRISA MAGHFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Minyak ikan saat ini banyak dikonsumsi masyarakat sebagai suplemen untuk memelihara dan menjaga kesehatan tubuh. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi minyak ikan umumnya berasal dari organ hati, minyak ikan biasa diperoleh secara komersil dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan asam lemak omega dan vitamin D dalam minyak ikan hiu botol serta melihat mutu atau kualitas dari minyak tersebut sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Hasil karakteristik minyak ikan hiu botol asal Aceh yang diuji memberikan hasil berupa analisis organoleptik minyak dengan nilai 8,46 untuk warna kuning emas hingga kuning muda dan nilai 9 untuk aroma spesifik minyak ikan; kadar air sebesar 0,063%; berat jenis 0,858; bilangan asam 2,70 mg KOH/g; bilangan peroksida 3,378 mEq/kg; bilangan penyabunan 106,08 mg KOH/g; dan bilangan iod 8,66 g I2/g. Hasil analisis GC-MS menyatakan bahwa minyak ikan hiu botol asal Aceh mengandung omega 3 (Eicosapentaenoic acid dan Docohexaenoic acid) 0%;  omega 6 (Methyl linoleic) 0,92% dan omega 9 (Methyl oleate) 11,22%. Hasil analisis HPLC menunjukkan jika kandungan vitamin D 0% di dalam minyak ikan. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa minyak ikan hiu botol asal Aceh yang ditangkap pada bulan Juni tidak mengandung senyawa omega 3 dan vitamin D, namun mengandung asam lemak omega 6 dan 9 serta mutu atau kualitas minyak ikan yang diperjualbelikan tersebut berada pada rentang yang dipersyaratkan sesuai dengan SNI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107215</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 15:11:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 15:49:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>