<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107173">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN YIELD OBLIGASI PEMERINTAH DITINJAU DARI VARIABEL MONETER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dara Mutia Fikhriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebijakan fiskal pemerintah memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian. Salah satu strategi pemerintah adalah mengoptimalkan keuangan negara dengan meningkatkan efisiensi pengelolaan barang milik negara dan sumber-sumber pembiayaan negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah BI rate dan inflasi dapat mempengaruhi yield obligasi pemerintah. Kajian mengandalkan data sekunder berupa time series bulanan yang diperoleh dari berbagai instansi pemerintah. Untuk periode 2012-2021, regresi Autoregressive Distributed Lag (ARDL) digunakan sebagai metode estimasi. Berdasarkan hasil temuan, BI rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap imbal hasil obligasi baik dalam jangka panjang maupun pendek, sedangkan variabel inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan dalam jangka panjang. Bank sentral selaku penerbit tingkat suku bunga serta pemerintah yang menjaga kestabilan inflasi diharapkan untuk tetap menjaga tingkat suku bunga serta inflasi rendah agar harga obligasi pemerintah meningkat dan menarik investor yang sejalan dengan menjaga stabilitas nilai rupiah agar investor asing tertarik untuk berinvestasi di pasar obligasi Indonesia.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Kebijakan Moneter, BI rate, Inflasi, Yield Obligasi, Obligasi Pemerintah&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107173</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 10:18:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 11:26:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>