MANAJEMEN KRISIS DINAS PARIWISATA KOTA BANDA ACEH DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI WISATA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA TAHUN 2021 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MANAJEMEN KRISIS DINAS PARIWISATA KOTA BANDA ACEH DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI WISATA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA TAHUN 2021


Pengarang

FERDIANSYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nur Anisah - 197801192009122003 - Dosen Pembimbing I
Maini Sartika - 198005012017012101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1810102010103

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini didasarkan karena adanya krisis yang dialami oleh Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh diantaranya penurunan wisatawan yang berhadir, tutupnya semua destinasi wisata, batalnya semua kegiatan pada calendar of event dan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor wisata hal tersebut akibat adanya pandemi covid-19, maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen krisis dan komunikasi krisis serta pengelolaan krisis oleh Dinas Pariwisata dalam mempertahankan eksistensi wisata di masa pandemi covid-19 pada tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory oleh Timothy W. Combs. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi dengan tiga informan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan manajemen krisis yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh adalah baik, hal ini didasari dengan perolehan juara satu brand Charming Banda Aceh oleh Anugrah Pesona Indonesia (API) pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan krisis (crisis management) termasuk identifikasi krisis, isolasi krisis, analisis krisis, dan pilihan strategi seperti penerapan protokol kesehatan, penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment) dan strategi destinasi wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh mampu mempertahankan eksistensi wisata meski di tengah pandemi covid- 19 pada tahun 2021.

This research is based on the crisis experienced by the Banda Aceh City Tourism Office, including a decrease in tourists attending, the closing of all tourist destinations, canceling all activities on the calendar of events, and decreasing Regional Original Income (PAD) in the tourism sector due to the COVID-19 pandemic. 19, therefore the purpose of this study is to find out how crisis management and crisis communication and crisis management by the Tourism Office maintain the existence of tourism during the COVID-19 pandemic in 2021. The method used in this study is qualitative with descriptive analysis using Situational Crisis Communication Theory by Timothy W. Combs. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation with three research informants. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that the crisis management carried out by the Banda Aceh City Tourism Office is good, this is based on the acquisition of the first winner of the Charming Banda Aceh brand by Anugrah Pesona Indonesia (API) in 2021. This shows that crisis management includes identification of crisis, crisis isolation, crisis analysis, and strategic choices such as the application of health protocols, the application of CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment), and the tourism destination strategy carried out by the Banda Aceh City Tourism Office able to maintain the existence of tourism even during the covid-19 pandemic in 2021.

Citation



    SERVICES DESK