<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107154">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAM) TERHADAP PERTUMBUHANRN CANDIDA ALBICANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alya Masthura Safwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Candida albicans (C. albicans) merupakan komensal rongga mulut yang paling sering ditemukan pada oral. Candida albicans dapat menjadi patogen opurtunistik yang dapat menyebabkan  infeksi . Infeksi ini diobati dengan berbagai antijamur yang bekerja pada jalur biosintesis patogen yang berbeda. Penggunaan bahan alam sebagai material alami antijamur telah menjadikan fokus sejumlah riset dalam bidang farmakologi dan farmakognosis. Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam) dilaporkan salah satu bahan alam yang mengandung sejumlah senyawa aktif antijamur. Sifat farmakognosis ini memberikan keuntungan untuk memproteksi oral mukosa sekaligus memberikan efek terhadap jamur, khususnya C. albicans. Penelitian ini  bertujuan untuk menentukan derajat potensi ekstrak etanol Ziziphus  mauritiana Lam dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun bidara dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan 3,125%. Kontrol positif menggunakan obat nystatin dan kontrol negatif menggunakan aquades. Uji pertumbuhan jamur menggunakan spektrofotometri sebanyak 3 kali pengulangan dalam 96-well plate. Selanjutnya diperiksa  pertumbuhannya dengan spektrofotometri dengan Optical Density 620 nm. Aktivitas pertumbuhan C.albicans setelah diinteraksikan dengan ekstrak etanol daun bidara dilihat berdasarkan pertumbuhan yang dinilai dari 24 jam, 48 jam dan 72 jam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 6,25%, 3,125% ekstrak etanol daun bidara mampu menurunkan pertumbuhan C. albicans yang lebih baik pada waktu inkubasi 24, 48, dan 72 jam dengan nilai OD kekeruhan -0,29 - 0.07 nm dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p &gt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana ) dapat menghambat pertumbuhan C. albicans berdasarkan waktu inkubasi dan konsentrasinya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107154</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-22 21:27:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-23 09:32:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>