<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107117">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN FAKTOR RISIKO GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sheldis Syifa Azzahri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Introduksi: Menstruasi memiliki siklus periodik setiap bulannya yang berlangsung normal setiap 21 – 35 hari sekali. Proses siklus menstruasi terkadang berlangsung pasang surut dan berubah setiap bulannya yang bisa menyebabkan gangguan pada interval siklus menstruasi. World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 memberikan laporan terkait prevalensi gangguan siklus menstruasi pada wanita sekitar 45%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko gangguan siklus menstruasi berdasarkan usia menarche, status gizi dan tingkat stres pada mahasiswi.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi angkatan 2022 FK program studi Pendidikan Dokter USK berjumlah 54 responden. Hasil: Analisis univariat pada penelitian ini menunjukkan responden mayoritas mengalami polimenorea berjumlah 64,81%. Responden mayoritas memiliki usia menarche normal 74,07%, status gizi normal 51,85% dan tingkat stres dengan kategori sedang 70,37%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tingkat stres merupakan faktor risiko gangguan siklus menstruasi yang memiliki angka paling tinggi dengan kategori tingkat stres sedang sebanyak 70,37% pada mahasiswi FK USK angkatan 2022 dibandingkan usia menarche dan status gizi. &#13;
 &#13;
Kata Kunci: Faktor Risiko; Gangguan Siklus Menstruasi; Mahasiswi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MENARCHE - HUMAN PHYSIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>612.662</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107117</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-22 10:07:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-22 11:21:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>