<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107104">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN FAKTOR RISIKO HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI YANG MEMBUTUHKAN PHOTOTHERAPY DI RSIA STELLA MARIS MEDAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanny Soraya Lubis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiperbilirubinemia merupakan fenomena yang sering terjadi pada bayi baru lahir dengan hasil laboratorium menunjukkan peningkatan bilirubin serum total di dalam darah dengan nilai melebihi nilai normalnya. Ikterus dapat menimbulkan efek patologi yang berbeda-beda pada setiap bayi. Apabila nilai bilirubin serum total mencapai &gt;10 mg/dL dengan minimal satu faktor risiko maka bayi membutuhkan tindakan phototherapy. Tujuan penelitian adalah mengetahui determinan faktor risiko hiperbilirubinemia pada bayi yang membutuhkan phototherapy di RSIA Stella Maris Medan. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional dan teknik total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2022. Jenis data yang digunakan adalah rekam medis. Hasil penelitian didapatkan 1436 dari 1456 bayi baru lahir (98,7%) mengalami hiperbilirubinemia dan 212 bayi (14,3%) membutuhkan tindakan phototherapy. Berdasarkan faktor risiko didapatkan 63 dari 212 bayi (29,7%) dengan usia ibu yang berisiko, 20 bayi (9,4%) prematur, 182 bayi (85,8%) bayi lahir secara SC, 7 bayi (3,3%) mengalami BBLR, 194 bayi (91,5%) tergolong non-ASI Eksklusif, dan 6 bayi (2,8%) mengalami asfikisia neonatorum. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan antara usia ibu (p = 0,013), usia gestasi (p = 0,003), jenis persalinan (p = 0,013) berat badan lahir (p = 0,019), pemberian ASI Eksklusif (p = 0,029), dan asfiksia (p = 0,053) dengan hiperbilirubinemia yang membutuhkan phototherapy di RSIA Stella Maris Medan. Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan usia gestasi (p = 0,003, r = 2,331) merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh dengan hiperbilirubinemia yang membutuhkan phototherapy. &#13;
&#13;
Kata kunci: Determinan, Faktor Risiko, Hiperbilirubinemia, Bayi, Phototheraphy &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107104</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 19:53:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-22 09:56:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>