<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107097">
 <titleInfo>
  <title>PRODUKSI ASAP CAIR DARI DARI LIMBAH BIOMASSA PERTANIAN DAN PEMANFATANNYA UNTUK PENGAWET MAKANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hera Desvita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sekam padi dan kulit kakao merupakan limbah biomassa yang dapat dijadikan&#13;
bahan baku pembuatan asap cair. Sekam padi dan kulit kakao mengandung&#13;
senyawa lignin, sellulosa dan hemisellulosa. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
memanfaatkan limbah tersebut menjadi asap cair, dan kemudian digunakan&#13;
sebagai pengawet alami produk pangan. Pada penelitian ini biomassa  dikonversi&#13;
menjadi asap cair dengan metode pirolisis. Untuk mendapatkan asap cair&#13;
digunakan reaktor slow pyrolysis dengan kapasitas 5 kg dan kemudian biomassa  &#13;
di pirolisis pada suhu 300±10, 340±10, dan 380±10 &#13;
o&#13;
C. Hasil dari pirolisis&#13;
tersebut adalah asap cair grade 3, arang, dan tar. Asap cair kemudian didistilasi &#13;
pada suhu 190&#13;
o&#13;
C hingga menghasilkan asap cair food grade. Pengujian komposisi&#13;
asap cair dilakukan dengan GCMS untuk mengetahui komponen senyawa yang &#13;
terkandung pada asap cair, spektrofotometri untuk menganalisis kandungan fenol,&#13;
asam asetat dianalisis menggunakan HPLC. Pengaplikasian asap cair sebagai&#13;
pengawet pangan dilakukan dengan cara perendaman sampel dalam asap cair pada&#13;
berbagai variasi konsentrasi.  Pembuatan edible coating dilakukan dengan&#13;
menambahan kitosan dengan berbagai variasi konsentrasi. Pengamatan dilakukan&#13;
setiap 4-6 jam. Pengujian kemampuan asap cair sebagai pengawet pangan&#13;
dilakukan dengan uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan bau), Total Volatile&#13;
Base Nitrogen (TVB-N), Plate Count Agar (PCA), uji aktivitas antimikroba, dan&#13;
most probable number bakteri E.coli. Tahapan pertama dari penelitian ini&#13;
difokuskan pada karakterisasi dan optimasi asap cair menggunakan Response&#13;
surface methodology (RSM), tahapan kedua adalah pengawetan menggunakan&#13;
asap cair dan pembuatan edible coating dari kombinasi  asap cair dan kitosan&#13;
dengan variasi konsentrasi pada produk pangan, Tahap akhir dari penelitian ini&#13;
diharapkan menghasilkan pengawet alami yang dapat digunakan langsung oleh&#13;
konsumen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa phenol merupakan komponen&#13;
utama pada asap cair sementara senyawa berbahaya seperti PAH tidak terdapat&#13;
pada asap cair. Optimasi menggunakan metode RSM  diperoleh produksi asap cair&#13;
dari kulit kakao maksimum  pada ukuran partikel kayu (3 cm), suhu  pirolisis&#13;
(353&#13;
o &#13;
C), dan waktu pirolisis (100 menit). Hasil penelitian tidak jauh berbeda&#13;
dengan hasil optimasi, dengan kondisi variabel tersebut diperoleh hasil produksi&#13;
asap cair sebesar 40,85%.  Edible coating asap cair dari sekam padi yang&#13;
dimodifikasi dengan kitosan dapat digunakan sebagai pengawet alami daging sapi&#13;
dan bakso daging sapi, yaitu penggunaan kitosan dengan konsentrasi 1.5% dan&#13;
asap cair 5% dapat mempertahankan mutu bakso hingga 54 jam. Asap cair dari&#13;
kulit kakao berpotensi untuk dijadikan antimikroba terhadap jamur Candida&#13;
albicans,  Aspergillus niger, serta bakteri Eschericia.coli, Salmonella, Bacillus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LIQUID WASTES - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BIOMASS ENERGY</topic>
 </subject>
 <classification>628.43</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107097</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 16:34:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-24 10:35:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>