<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107083">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DERAJAT INSOMNIA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE ISKEMIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laila Majenum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stroke merupakan suatu defisit neurologis yang dapat berkembang secara cepat akibat gangguan fungsi otak baik fokal ataupun global. Masalah yang sering di temukan pada pasien pasca stroke diantaranya insomnia yang dapat menjadi penyebab terganggunya fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat insomnia dengan fungsi kognitif pasien stroke iskemik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang dirawat jalan di Poliklinik saraf RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sebanyak 44 orang. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner Insomnia Severity Index versi Indonesia dan Montreal Cognitive Assesment versi Indonesia (MoCA-Ina). Pada penelitian ini didapatkan responden yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 26 orang (61,4%) dibandingkan responden perempuan yaitu 18 orang (38,6%). Penderita stroke iskemik pada penelitian ini dominan berada di rentang usia 56-65 tahun, dengan jumlah 23 orang (52,3%). Responden yang mengalami insomnia sebanyak 27 orang (61,4%) dan paling banyak pada kategori insomnia sedang yaitu 16 orang (36,4%) sedangkan 11 orang lainnya (25,0%) berada pada kategori ringan. Responden dengan gangguan kognitif sebanyak 30 orang (68,2%), kebanyakan responden mengalami kesulitan yang besar dalam aspek “Abstraksi”. Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara insomnia dengan fungsi kognitif (p = 0,001). Selain itu juga ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara derajat insomnia dengan fungsi kognitif (p = 0,001).&#13;
Kata kunci : Stroke, stroke iskemik, insomnia, fungsi kognitif&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107083</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 13:37:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 15:15:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>