<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107076">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG PADA RUAS JALAN SYIAH KUALA DAN JALAN T. HASAN DEK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M FAQIH ZAKY CHALIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banyaknya persimpangan di kota berkembang seperti Kota Banda Aceh dapat menimbulkan masalah tersendiri. Hal ini terjadi pada ruas Jalan Syiah Kuala dan Jalan T. Hasan Dek yang memiliki tiga simpang. Masalah yang terkadang muncul adalah kendaraan selalu harus berhenti di setiap persimpangan karena selalu mendapat sinyal lampu merah. Tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi sinyal pada ketiga simpang tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan kinerja simpang yang lebih baik setelah dilakukan koordinasi. Penelitian ini membutuhkan data volume lalu lintas pada ketiga simpang, waktu siklus, kecepatan kendaraan, dan geometrik simpang. Data dikumpulkan dengan melakukan survei langsung pada ketiga simpang pada ruas Jalan Syiah Kuala dan Jalan T. Hasan Dek. Dalam merencanakan waktu siklus menyesuaikan dengan waktu siklus terbesar dari ketiga simpang. Setelah didapatkan waktu siklus baru, dilakukan koordinasi sinyal antar simpang dengan memperhatikan offset time berdasarkan waktu tempuh dari simpang I ke simpang III. Pada saat kondisi eksisting diketahui ketiga simpang tersebut belum terkoordinasi. waktu siklus Simpang Pocut Baren, simpang Jambotape dan Simpang Surabaya akan mengacu pada penelitian  sebelumnya yang mengkoordinasikan simpang PDAM, Simpang Jambotape dan Simpang Lima sehingga  Waktu siklus yang di peroleh yaitu 204 detik. Kinerja Simpang Pocut Baren setelah perencanaan didapat derajat kejenuhan 0,56, panjang antrian 85 m, dan tundaan lalu lintas 30 detik. Pada  kinerja Simpang Jambotape setelah perencanaan didapat derajat kejenuhan 0,83, panjang antrian 165,88 m, dan tundaan lalu lintas 74 detik. dan kinerja Simpang Surabaya setelah perencanaan didapat derajat kejenuhan 0,79, panjang antrian 144 m, dan tundaan lalu lintas 63 detik. Didapatkan pula bandwith sebesar 30 detik dimana platoon berangkat dari Simpang Pocut Baren menuju Simpang Jambotape dan Simpang Surabaya melaju terus tanpa hambatan sepanjang jalan yang lampu lalu lintasnya telah dikoordinasikan sehingga dapat mengurangi tundaan dan waktu tempuh.&#13;
Kata Kunci : Koordinasi Sinyal Antar Simpang, MKJI 1997, SIDRA Intersection, Derajat Kejenuhan, Panjang Antrian, Tundaan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107076</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 12:30:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 14:45:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>