<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107057">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTI AKNE SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KULU (ARTOCARPUS CAMANSI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azalia Izdhihar Azwar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Kimia</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Tanaman Kulu atau Artocarpus camansi (A. camansi) merupakan tanaman famili moraceae yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Dalam penelitian ini ekstrak etanol dari daun A. camansi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, yang merupakan salah satu bakteri penyebab akne vulgaris atau jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas anti akne dari ekstrak dan sediaan gel ekstrak etanol daun A. camansi. Ekstrak etanol diperoleh sebesar 34,01 gram. Pembuatan gel dilakukan menggunakan basis gel carbopol 940 0,5%. Pengujian anti akne dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Aktivitas anti akne dari ekstrak etanol daun A. camansi diperoleh zona hambat paling baik pada konsentrasi 0,5% dan 2% dengan zona hambat sebesar 9,1 ± 0,62 mm dan 8,5 ± 0,7 mm, dengan persen keaktifan sebesar 47,07% dan 43,97% (dibandingkan dengan chloramphenicol 30 μg ) . Sedian gel ekstrak etanol daun A. camansi memiliki aktivitas anti akne paling baik pada konsentrasi 2% dengan zona hambat sebesar 8 ± 0,50 mm dan persen keaktifan sebesar 43,97%.. Aktivitas anti akne pada subfraksi menghasilkan zona hambat paling baik pada subfraksi II dan III 7 ± 0 mm dengan persen keaktifan sebesar 35% dan untuk aktivitas anti akne senyawa murni memiliki zona hambat paling baik pada konsentrasi 0,5% . Sifat fisik gel dilakukan selama empat minggu dengan hasil pH berkisar antara 5,68 – 6,67, viskositas berkisar antara 18460 – 19668 cP, daya sebar berkisar antara 5,45 – 7,20 cm, daya lekat untuk seluruh konsentrasi gel diatas 4 detik dan tingkat homogenitas terbaik pada konsentrasi 0,5% – 7,5%. Isolat murni memiliki titik leleh sebesar 140oC yang diduga adalah senyawa γ-sitosterol sesuai dengan data fitokimia adanya senyawa steroid.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EXTRACTS - PHARMACEUTICAL CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKIN DISEASES - HUMANS - PHARMACOKINETICS</topic>
 </subject>
 <classification>615.19</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 10:26:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-15 09:54:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>