<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107041">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN SECRECY OUTAGE PROBABILITY (SOP) DARI PROTOKOL-PROTOKOL RELAY UNTUK KOMUNIKASI DEVICE TO DEVICE (D2D) MENGGUNAKAN METODE RELAY SELECTION</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Maulida Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan sistem komunikasi nirkabel dibutuhkan peningkatan kinerja keamanan informasi khususnya sistem kooperatif Device to Device (D2D). Dalam sistem kooperatif D2D komunikasi dilakukan antar perangkat pengguna (device) sebagai sumber informasi yang memanfaatkan device lainnya sebagai relay untuk meneruskan informasi ke destination. Penggunaan device lainnya sebagai relay belum sepenuhnya menjamin keamanan informasi yang bersifat rahasia dan bisa secara sengaja atau tidak sengaja diketahui oleh eavesdropper. Untuk itu, penerapan suatu metode dalam meningkatkan kinerja keamanan informasi sangat diperlukan. Penelitian ini menerapkan metode relay selection dan diusulkan pada sistem komunikasi dengan tiga protokol relay yaitu Decode and Forward (DF), Amplify and Forward (AF) dan Quantize and Forward (QF). Parameter kinerja keamanan yang digunakan sebagai perbandingan untuk ketiga protokol berupa Secrecy Outage Probability (SOP) dan secrecy capacity. Hasil simulasi kinerja menunjukkan bahwa SOP yang dihasilkan lebih baik dengan pemilihan relay pada jaringan komunikasi kooperatif multi-relay dengan mempertimbangkan adanya eavesdropper menggunakan protokol DF dibandingkan protokol lainnya. Pengaruh jarak relay dari source dan banyaknya relay juga menunjukkan secrecy capacity lebih besar menggunakan protokol DF dibandingkan protokol lainnya. Dengan demikian metode relay selection pada sistem komunikasi dengan ketiga protokol menunjukkan protokol DF lebih baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WIRELESS COMMUNICATION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.384</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107041</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-20 16:11:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-06 10:46:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>