Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN PEMERINTAH KOTA SUBULUSSALAM DALAMRNPENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL DI KECAMATANRNSIMPANG KIRI
Pengarang
Yuli - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Bustami Usman - 195912311985011001 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 198804272017011101 - Dosen Pembimbing II
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Penguji
Reza Fahlevi - 198908282021021101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1710104010004
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Berdasarkan peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan
Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Moderen Pada Pasal
1 ayat (2) menjelasakan pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola
oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara dan badan
usaha milik daerah termasuk kerja sama dengan swasta dengan tempat usaha
berupa toko, kios, los, dan tenda. Pasar tradisional berguna bagi masyarakat
sebagai tempat mata pencaharian dan tempat terjadinya transaksi jual dan beli,
untuk itu pemerintah harus menjaga dan melestarikan pasar tradisional. Namun
pasar tradisional yang berada di Kecamatan Simpang kiri Kota Subulussalam
masih terdapat permasalahan. Terdapat gedung pasar yang tidak difungsikan serta
masih terdapat pedagang yang berjualan di luar pasar. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana peran pemerintah Kota
Subulussalam dalam pengelolaan pasar tradisional di Kecamatan Simpang Kiri
serta apa saja langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Kota Subulussalam
dalam melakukan penataan pasar. Metode penelitian menggunakan penelitian
kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori peran
yang dikemukakan oleh Hendopuspio dan teori pengelolaan yang dikemukakan
oleh Setiadi. Hasil penelitian ini menunjukkan peran pemerintah Kota
Subulussalam dalam pengelolaan pasar tradisional Kecamatan Simpang Kiri yaitu
pemerintah telah melakukan pengelolaan pasar namun masih terdapat kendalakendala
dalam pengelolaan dan penataan pasar. Pengelolaan dan penataan yang
dilakukan pemerintah belum terlaksana secara efektif terlihat dari banyaknya
pedagang yang belum merasa puas terkait dengan penerapan peran dalam
pengelolaan pasar serta keadaan pasar yang terkesan kumuh dan juga kotor. Untuk
itu pemerintah Kota Subulussalam harus lebih memperhatikan terkait pengelolaan
pasar sehingga peran yang dijalankan terlaksana dengan baik.
Kata Kunci: Peran, Pengelolaan, Pasar Tradisional
ABSTRAC Based on President No. 112 of 2007 concerning Arrangement and Development of Traditional Markets, Shopping Centers, and Modern Shops Article 1 paragraph (2) explains that traditional markets are markets whose regulations are built and managed by the government, regional governments, the private sector, stateowned enterprises and regional-owned enterprises. including cooperation with the private sector with places of business in the form of shops, kiosks, booths, and tents. Traditional markets are useful for the community as a place for currency and a place for buying and selling transactions, for this reason the government must maintain and manage traditional markets. However, the traditional market in Simpang Kiri District, Subulussalam City, still has problems. There are market buildings that are not used and there are still traders selling outside the market. This study aims to find out and explain the role of the Subulussalam City government in managing traditional markets in Simpang Kiri District and what steps have been taken by the Subulussalam City government in managing the market. The research method uses qualitative research. The theory used in this research uses role theory put forward by Hendopuspio and management theory put forward by Setiadi. The results of this study indicate the role of the government of Subulussalam City in managing traditional markets in Simpang Kiri District, namely that the government has carried out market management but there are still obstacles in managing and structuring the market. The management and arrangement carried out by the government has not been carried out effectively, as can be seen from the many traders who are not satisfied with the implementation of their role in market management and the condition of the market which seems dirty and dirty. For this reason, the Subulussalam City government must pay more attention to market management so that the roles carried out are carried out properly. Keywords: Role, Management, Traditional Market
MAKNA SIMBOLIK PADA BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL PRIA DAN WANITA DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DESA SUBULUSSALAM KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Dede Anggi Riana, 2014)
JUMLAH BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA IKAN LELE (CLARIASIS GARIEPINUS) ASAP DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (EGA WILIA FITRI, 2021)
PERKEMBANGAN KOTA SUBULUSSALAM SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN 2000-2010 (Sartini, 2021)
DETEKSI BAKTERI SALMONELLA SP. PADA IKAN LELE (CLARIASIS GARIEPINUS) ASAP DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (QUEENCILLA JUSTICIA, 2021)
DAMPAK KEMUNCULAN PASAR MODERN TERHADAP PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH (Kasman Rasyidin, 2016)