<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106994">
 <titleInfo>
  <title>KESULITAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS KELAS VII DI MTSN 2 ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYARIFAH NAZIRA ULFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesulitan belajar matematika yang dialami oleh para siswa akan menyebabkan siswa semakin tidak berminat mempelajari matematika dan jika melihat bagaimana pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat diprediksi bahwa siswa akan mengalami kesulitan dalam kehidupan sosialnya apabila tidak memahami matematika dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dan faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa yang dipilih dari 25 siswa melalui tes dan pertimbangan peneliti. Selanjutnya keenam subjek diwawancarai berdasarkan kelompok matematika siswa yaitu tinggi, sedang dan rendah dengan perwakilan 2 siswa setiap kelompok. Wawancara dilakukan menggunakan indikator kesulitan menurut Cooney (1975) yaitu kesulitan memahami konsep, menerapkan prinsip dan menyelesaikan masalah verbal.  Setelah pentranskipan wawancara dilakukan, peneliti melakukan analisis data yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa mengalami kesulitan konsep, dalam hal ini siswa tidak mampu menyebutkan dan memahami dengan baik. Adapun penyebabnya karena kurangnya pemahaman terhadap konsep pecahan. 2) kesulitan menerapkan prinsip, siswa salah dalam melakukan perhitungan, dan mampu menyebutkan konsep, namun lemah ketika mengaplikasikannya. Adapun penyebabnya karena, tidak memeriksa kembali kebenaran perhitungan yang ditulis, dan siswa belum menguasai konsep pecahan dangan sempurna dan atau cenderung hanya menghafal rumus saja. 3) kesulitan dalam menyelesaikan masalah verbal, dalam hal ini siswa tidak mampu mengidentifikasi apa yang diketahui dan menyusun jalan penyelesaian. Adapun penyebabnya karena lemahnya kemampuan siswa dalam memahami kalimat pada soal dan menyususn strategi apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran, guru seyogyanya memperhatikan pemahaman siswa ketika menyelesaikan bentuk soal pemecahan masalah yang pada umumnya berbentuk soal cerita.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106994</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-20 05:54:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-20 10:03:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>