<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106979">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH DIGITALISASI E-MONEY DAN MONEY SUPPLY (M1) TERHADAP INFLASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadia Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Inflasi merupakan suatu fenomena moneter yang terjadi dalam suatu negara termasuk Indonesia. Inflasi yang tidak stabil dapat menjadi hambatan terhadap perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara digitalisasi E-Money dan Money Supply (M1) terhadap inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang di Indonesia. Metode analisis data pada penelitian ini yakni metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan Error Correction Model (ECM) dan data sekunder yang bersifat time series dalam interval bulanan mulai tahun 2010 sampai tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jangka pendek e-money dan M1 tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat inflasi. Pada jangka panjang M1 memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat inflasi, namun e-money berpengaruh signifikan namun negatif terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan bagi pemerintah dan BI sebagai otoritas moneter agar dapat membuat kebijakan terhadap pengendalian moneter melalui jumlah uang beredar dan kebijakan moneter yang memperhatikan perkembangan teknologi dan digitalisasi alat pembayaran saat ini. Oleh karena itu, BI perlu mengontrol tingkat inflasi dengan mengontrol JUB dan e-money sehingga tingkat inflasi pada setiap periodenya dalam keadaan stabil dan terkendali.&#13;
&#13;
Kata Kunci: E-Money, Money Supply (M1), Inflasi, ECM&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106979</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-19 14:34:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-19 15:07:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>