<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106977">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN POSTOPERATIVE ANALGESIA ANESTESI SPINAL BUPIVAKAIN KOMBINASI FENTANIL DENGAN BUPIVAKAIN KOMBINASI MORFIN PADA PASIEN YANG DILAKUKAN OPERASI EKSTREMITAS BAWAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Fadhillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Nyeri pasca operasi dialami oleh sebagian besar pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Terdapat banyak penelitian yang melaporkan manfaat penggunaan campuran opioid onset cepat dan long-acting untuk analgesia epidural dan intratekal. Kombinasi morfin-fentanil sering digunakan untuk anestesi spinal untuk mencapai kontrol nyeri yang cepat dan diperpanjang.&#13;
Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik obserNRSional untuk menilai perbedaan postoperative analgesia pada pasien spinal anestesi bupivakain kombinasi Fentanil dan bupivakain kombinasi Morfin. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien yang akan menjalani pembedahan ekstremitas bawah dengan anastesi spinal. Subjek penelitian yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian sampel di bagi dua kelompok yaitu kelompok bupivakain kombinasi morfin dan kelompok bupivakain kombinasi fentanil.&#13;
Hasil Penelitian : Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa terdapat perbedaan postoperative analgesia antar kedua kelompok. Secara keseluruhan, NRS pada kelompok morfin lebih rendah dibandingkan kelompok fentanil. Meskipun pada 3 jam pasca operasi tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antar variable (p=0,579), namun pengamatan pada 6 jam dan 12 jam pasca operasi ditemukan perbedaan yang signifikan (masing-masing, p=0,008 dan p=0,034).. Pada kedua kelompok, dilakukan pengamatan munculnya efek samping hingga 24 jam pasca operasi. Dari pengamatan tersebut tidak ditemukan adanya efek samping berat seperti depresi pernafasan maupun henti jantung. Efek samping yang paling banyak muncul adalah mual dan gatal.&#13;
Kesimpulan : Morfin lebih baik dalam mengontrol postoperative analgesia dibandingkan fentanil.Tidak ditemukan efek samping serius berupa depresi pernafasan sehingga dapat disimpulkan bahwa morfin dalam rentang dosis 100-150μg intratekal aman digunakan sebagai adjuvant bupivakain.&#13;
Kata Kunci : postoperative analgesia, spinal anestesi, fentanil, morfin, NRS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANESTHESIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-19 13:31:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-06 12:09:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>