<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106926">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS DEXMEDETOMIDINE DIBANDINGKAN DENGAN PROPOFOL TERHADAP PERUBAHAN HEMODINAMIK, RESPON STRES DAN LUARAN PADA PASIEN CRANIOTOMY EMERGENCY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abrar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Spesialis Anestesiologi  dan Terapi Intensif</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Kraniotomi merupakan operasi bedah saraf yang berisiko tinggi, karena memiliki banyak komplikasi pascaoperasi seperti infeksi intrakarnial, perdarahan, dan hipotensi. Terdapat berbagai agen hipnotik-sedatif yang digunakan dalam operasi bedah saraf seperti Propofol dan Dexmedetomidine. Dalam penggunaannya obat-obatan anestesi selain berpengaruh terhadap hemodinamik, juga berpengaruh terhadap leukosit, GCS dan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas Dexmedetomidine dibandingkan dengan Propofol terhadap mean arterial pressure, GCS, Leukosit dan GDS pasca operasi craniotomy. Metodologi Penelitian: Sebanyak 42 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dikelompok secara acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok penggunaan Dexmedetomidine dan Propofol. Selanjutnya, dilakukan penilaian terhadap mean arterial pressure, GCS, Leukosit dan GDS pasca operasi craniotomy. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik menggunakan uji T Tidak Berpasagan dan uji Mann Whitney hanya GDS 24 jam pasca operatif yang berbeda signifikan antara dua kelompok (p0.05). Hal ini dikarenakan Dexmedetomidine merupakan agonis reseptor α2-adrenergik dengan efek sedatif dan simpatolitik yang mana memiliki efek terhadap kadar glukosa dan Dexmedetomidine juga lebih baik dalam mengurangi respon stress terhadap operasi sehingga tidak terjadinya resistensi insulin. Kesimpulan: Dexmedetomidine memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan Propofol dalam menjaga kadar gula darah pasca operatif pada pasien craniotomi baik pada 4 jam maupun 24 jam pascaoperasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Dexmedetomidine, Propofol, Operasi Kraniotomi, mean arterial pressure, Glasgow Coma Scale, Leukosit, Gula Darah Sewaktu&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SURGERY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANESTHESIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106926</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-16 09:25:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-06 12:23:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>