<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106871">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT FANNY FEBRIANTY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemampuan Metakognisi Siswa dalam pemecahan Masalah Matematis di SMA Negeri 4 Banda Aceh.&#13;
Metakognisi adalah pengetahuan, kesadaran dan kontrol seseorang terhadap proses berpikirnya sendiri. Metakognisi memiliki peran penting bagi siswa dalam menyadarkan keberadaan masalah yang perlu diselesaikan, menfokuskan diri pada apa dan bagaimana masalah tersebut, dan bagaimana meraih solusi dari masalah. Sehingga strategi pemecahan masalah yang digunakan tidak akan melenceng dari rencana pemecahan yang telah dibuat sehingga dapat menemukan solusi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil metakognisi siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh dalam pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 4 Banda Aceh. Proses pengumpulan data melalui tes, kemudian di kelompokkan ke kategori kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya siswa dari setiap kategori di wawancarai sesuai dengan pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan triangulasi waktu untuk meningkatkan kebenaran dari suatu data. Hasil penelitian menujukkan siswa berkemampuan tinggi memiliki metakognisi yang baik, memenuhi semua indikator metakognisi, melakukan perencanaan, pemantauan dan mengevaluasi setiap tahapan pemecahan masalah yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah melaksanakan pemecahan masalah dan memeriksa kembali. Sedangkan siswa berkemampuan sedang hanya melakukan perencanaan, pemantauan pada tahap memahami masalah, melaksanakan pemecahan masalah, dan memeriksa kembali, siswa yang berkemampuan rendah hanya melakukan perencanaan, pemantauan dan evaluasi pada tahap memahami dan melaksanakan pemecahan masalah.&#13;
Kata Kunci: Metakognisi, Pemecahan Masalah matematis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106871</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-15 10:31:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-15 10:33:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>