<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106870">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESULITAN SOAL DIAGNOSTIC TEST PADA MATERI GARIS DAN SUDUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Ramozan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesulitan merupakan suatu masalah yang harus diatasi dengan menggunakan tes diagnostik Four Tier Test. Four Tier Test merupakan tes yang tersusun dari empat tingkatan yaitu tingkatan pertama berisi tentang pengetahuan siswa, tingkatan kedua berisi tentang tingkat keyakinan, tingkatan ketiga berisi pilihan alasan, dan tingkat keempat merupakan tingkat keyakinan siswa dalam memilih alasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan soal diagnostic test pada materi garis dan sudut menggunakan tes diagnostik Four Tier Test. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa pada kelas VIII MTsS Asaasunnajah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes diagnostik Four Tier Test dan pedoman wawancara, data yang telah dikumpulkan dilakukan triangulasi sumber data. Data hasil Four Tier Test kemudian dikelompokkan sesuai dengan kriteria pemahaman yang ditetapkan dan disajikan dalam bentuk persen dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya soal yang mengalami miskonsepsi (35%), tidak paham konsep (50%), dan yang memahami kosep (15%). Miskonsepsi terjadi pada setiap indikator materi garis dan sudut. Adapun penyebab terjadinya kesulitan bervariasi yaitu kurangnya informasi yang dipelajari, kurang pahamnya konsep dasar yang dipelajari sebelum masuk SMP, siswa menghafal konsep yang dipelajari tanpa memahami terlebih dahulu, kurangnya kemampuan siswa dalam membedakan macam-macam sudut.&#13;
Kata Kunci: Four Tier Test, Kesulitan, Garis dan Sudut, Tes Diagnostik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106870</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-15 10:29:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-15 10:43:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>