<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106837">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF EFFICACY DI MTSN MODEL BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Intan Yunita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Matematika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Siswa diharapkan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Sedangkan pada kenyataannya kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah, salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah self efficacy siswa. Self efficacy dalam proses pembelajaran merupakan faktor penentu keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari self efficacy di MTsN Model Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas VII-11 MTsN Model Banda Aceh yang dipilih dari 37 siswa keseluruhan kelas tersebut. Subjek penelitian mewakili siswa kategori self efficacy tinggi, self efficacy sedang dan self efficacy rendah. Data diperoleh dari pemberian angket self efficacy, tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berbeda dari tiap tingkatan self efficacy. Siswa yang memiliki self efficacy tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sangat baik yaitu siswa dapat mengidentifikasi informasi dari soal dengan benar dan lengkap, merencanakan strategi yang sesuai, melaksanakan rencana sesuai strategi yang dibuat, menyadari kesalahan yang dibuat dan memperbaiki, serta dapat membuat kesimpulan dengan tepat. Siswa yang memiliki self efficacy sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang cukup siswa dapat menyampaikan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan benar dan lengkap, menentukan strategi yang sesuai,  melaksanakan rencana sesuai strategi yang dibuat namun masih mengalami kesalahan perhitungan tanpa menyadari kesalahannya dan siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali. Siswa yang memiliki self efficacy rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah yang masih kurang yaitu siswa dapat menyebutkan informasi yang diketahui dengan benar namun belum lengkap, siswa cenderung kurang memahami konteks masalah yang diberikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-14 16:33:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-15 09:59:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>