EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LIDOKAIN INTRA OPERATIF TERHADAP NYERI PASCAOPERASI DAN KEMBALINYA FUNGSI USUS PADA PASIEN PASCATINDAKAN LAPARASKOPI KOLESISTEKTOMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LIDOKAIN INTRA OPERATIF TERHADAP NYERI PASCAOPERASI DAN KEMBALINYA FUNGSI USUS PADA PASIEN PASCATINDAKAN LAPARASKOPI KOLESISTEKTOMI


Pengarang

Dedy Usman - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kulsum - 197910092008122002 - Dosen Pembimbing I
Teuku Heriansyah - 197212261999031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1807601080003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Anestesiologi dan Terapi Intensif / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran (S2)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.96

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pendahuluan: Analgesia multimodal adalah kunci penanganan nyeri paska operasi. Masalah paling umum segera setelah operasi di bawah anestesi umum adalah rasa sakit, mual dan muntah, delirium dan terlambat atau tidak adanya pergerakan peristaltic sistem pencernaan. Penggunaan opioid sering dikaitkan dengan mual, konstipasi, serta mencegah pemulihan yang lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lidokain infus kontinyu sebagai rumatan dibandingkan dengan fentanil kontinyu terhadap kontrol nyeri dan kembalinya fungsi usus pada pasien pascaoperasi laparaskopi kolesistektomi.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik komparatif tidak berpasangan menggunakan desain uji klinis di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr.Zainoel Abidin. Analisis statistik untuk mengetahui efektivitas lidokain sebagai agen anestesi menggunakan Chi square. Penilaian skala nyeri pasca operasi diukur dengan skala visual analog. Penilaian kembalinya fungsi usus diukur dalam satuan menit dan jam.
Hasil: Sebanyak 41 pasien dilibatkan dalam penelitian ini dengan rerata usia 46 tahun dan didominasi oleh wanita 73% (n=30). Rerata berat badan sampel adalah 60,29 kg. Analisis data bivariat dilakukan untuk membandingkan data Visual Analog Score (VAS) kelompok lidokain dengan kelompok fentanyl. Pemeriksaan pada menit ke 45, 1 jam, 3 jam, 6 jam, 12 jam, 18 jam, dan 24 jam pasca operasi didapatkan adanya perbedaan VAS yang bermakna terhadap kedua kelompok. Rata-rata kelompok lidokain memiliki VAS 1,3 dan kelompok fentanil 2,0 dimana nilai P value 0,002 (P value

Background: Multimodal analgesia is the key to managing postoperative pain. The most common problems immediately after surgery under general anesthesia are pain, nausea and vomiting, delirium and delayed or absent peristalsis through the digestive system. Opioid use is often associated with nausea, constipation, and prevents smooth recovery. The purpose of this study is to determine the effectiveness of continuous infusion of lidocaine as maintenance compared to continuous fentanyl for pain control and return of bowel function in postoperative laparoscopic cholecystectomy patients. Methods: This study used an unpaired comparative analytic study using a clinical trial design at the Central Surgical Installation of Dr. Zainoel Abidin Hospital. Statistical analysis to determine the effectiveness of lidocaine as an anesthetic agent is using Chi square. Postoperative pain scale assessment was measured by a visual analogue scale. Assessment of the return of bowel function is measured in minutes and hours. Results: A total of 41 patients were included in this study with an average age of 46 years and 73% were dominated by women (n = 30). The average sample weight is 60.29 kg. Bivariate data analysis was performed to compare Visual Analog Score (VAS) data for the lidocaine group and the fentanyl group. Examination at 45 minutes, 1 hour, 3 hours, 6 hours, 12 hours, 18 hours, and 24 hours postoperatively revealed significant VAS differences in the two groups. The average lidocaine group had a VAS of 1.3 and the fentanyl group had 2.0 where the P value was 0.002 (P

Citation



    SERVICES DESK