<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106736">
 <titleInfo>
  <title>AWARENESS OF ENVIRONMENTAL CONSEQUENCES PADA INDIVIDU DEWASA DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kamilah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Lingkungan merupakan unsur pokok bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, permasalahan lingkungan tidak terlepas dari masalah moral yang berhubungan dengan perilaku manusia yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan. Perilaku manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti, pencemaran, penebangan hutan, longsor, banjir dan lainnya. Perilaku manusia yang menunjukkan kurangnya kepedulian kepada lingkungan menggambarkan bagaimana awareness of consequences dalam diri. Awareness of consequences dimiliki oleh individu yang dalam dirinya memiliki sikap tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana awareness of enviromental consequences pada individu dewasa di Banda Aceh. Penelitian ini melibatkan 349 individu dewasa dengan rentang usia 20-60 tahun yang dipilih dengan teknik unrestricted self-selected survey. Pengumpulan data menggunakan Awareness of environmental consequences scale (α=0,783). Hasil analisis deskriptif frekuensi awareness of consequences menunjukkan bahwa setiap responden memiliki persentase yang berbeda-beda pada setiap pilihan jawaban. Item yang tergolong BSEA persentase jawaban tertinggi pada pilihan jawaban Setuju dan Sangat Setuju, berkisar antara (29,2%) sampai (66,5%). Item yang tergolong BSEI mayoritas persentase jawaban tertinggi berada pada pilihan jawaban Sangat Tidak Setuju dan Tidak Setuju, berkisar antara (11,5%) sampai (43,3%). Awareness of consequences tidak memiliki nilai yang signifikan terhadap usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa individu dewasa di Banda Aceh memiliki keyakinan yang cenderung positif terhadap awareness of environmental consequences.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Awareness Of Consequences, Masalah Lingkungan, Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENVIRONMENTAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ADULTS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106736</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-13 11:26:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-21 11:36:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>