<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106706">
 <titleInfo>
  <title>MODIFIKASI MOTIF, WARNA SERTA TEKNIK MENGHIAS PADARNSANGE HANTARAN PERNIKAHAN ADAT ISTIADAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sitah Harliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PKK</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sitah Harliza (2022). Modifikasi Motif, Warna, Serta Teknik Menghias Pada&#13;
Hantaran Pernikahan Adat Istiadat Aceh&#13;
Tradisi hantaran pernikahan adat Aceh mempunyai keunikan pada penutup&#13;
hantaran pernikahannya, masyarakat Aceh biasa menyebutnya sange (tudung saji)&#13;
Aceh. Namun seiring dengan perkembangan zaman beberapa tradisi dan kebudayaan&#13;
Aceh sedikit memudar akibat derasnya arus globalisasi, salah satunya adalah pada&#13;
hantaran pernikahan. Umumnya masyarakat pada era modern lebih tertarik dengan&#13;
apa yang sedang tren di masanya dan mengedepankan aspek estetika dan fungsi&#13;
dibandingkan aspek lainnya sehingga aspek filosofis seringkali terabaikan. Akibat&#13;
dari hal tersebut perlu adanya modifikasi pada hantaran pernikahan adat istiadat&#13;
Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi desain motif, warna serta teknik&#13;
menghias menggunakan teknik bordir dan sulaman payet pada hantaran pernikahan&#13;
adat istiadat Aceh serta mengetahui pendapat responden mengenai sange yang telah&#13;
dimodifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode&#13;
eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian&#13;
ini berjumlah 3 orang yaitu ahli motif dan desain, dan pengrajin sange Aceh dan&#13;
pengguna sange Aceh. Pengambilan data subjek menggunakan teknik purposive&#13;
sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Data yang&#13;
diperoleh pada penelitian ini didapat melalui teknik observasi, wawancara dan&#13;
Dokumentasi. Eksperimen yang dilakukan mendapatkan hasil 2 produk sange Aceh&#13;
menggunakan desain motif Aceh pedalaman dan Aceh pesisir serta penggunaan&#13;
warna kain ungu dan pink. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik sulaman payet&#13;
sudah banyak dibuat oleh pengrajin sange Aceh untuk meningkatkan penggunaan&#13;
sange Aceh karena teknik menghias sange Aceh pada umunnya dikerjaan&#13;
menggunakan keterampilan tangan seperti sulaman payet dan kasab, namun&#13;
penggunaan teknik hias bordir jarang ditemui oleh pengrajin sange Aceh.&#13;
Kata kunci: Modifikasi sange hantaran pernikahan adat istiadat Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106706</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-12 13:01:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-12 14:41:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>